Definisi Pengendalian Kualitas


Pengendalian kualitas merupakan teknik yang sangat bermanfaat bagi
perusahaan agar dapat mengetahui kualitas produknya sebelum dipasarkan
kepada konsumen. Pengendalian kualitas dapat membantu perusahaan dalam
mengetahui kelayakan kualitas produk berdsarkan batas – batas kontrol yang
telah ditentukan. Wulandari dan Amalia (2012) dalam jurnal Pengendalian
Kualitas Produksi di PT Nutrifood Indonesia dalam upaya mengendalikan
tingkat kerusakan (defect) Dus Produk Sweetener dengan Menggunakan
Statistical Process Control (SPC) menyatakan pengendalian kualitas harus
dilakukan melalui proses yang terus menerus dan berkesinambungan.
Pengendalian kualitas merupakan sebuah metode dan aktivitas yang dikerjakan
guna menjamin standar mutu sesuai dengan detile yang ditentukan mulai dari
kualitas bahan, proses produksi, pengolahan barang setengah jadi, hingga
barang jadi.
Pengendalian menurut Gasperz (2005:480) adalah kegiatan yang
dilakukan untuk memantau aktivitas dan memastikan kinerja sebenarnya yang
dilakukan telah sesuai dengan yang direncanakan. Pengendalian kualitas
menurut Ahyari (2002:239) merupakan suatu aktivitas (manajemen
perusahaan) untuk menjaga dan mengarahkan agar kualitas produk dan jasa
perusahaan dapat dipertahankan sebagaimana yang telah direncanakan.
Kesimpulan pengertian diatas diartikan bahwa pengendalian kualitas
adalah suatu teknik dan tindakan yang terencana dan dilakukan untuk
mencapai, mempertahankan dan meningkatkan kualitas suatu produk dan jasa
agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dan dapat memenuhi
kepuasan konsumen.
Tujuan utama dilakukan pengendalian kualitas adalah untuk menjamin
kualitas produk yang diproduksi tepat seperti standar yang sudah ditetapkan
oleh suatu perusahaan. Menurut Assauri (2008:299) terdapat 4 tujuan
pengendalian kualitas, diantaranya :

  1. Agar standar kualitas produk yang dihasilkan dapat tercapai.
  2. Meminimalisir biaya pengawasan.
  3. Meminimalisir biaya design produk dan prosesnya.
  4. Meminimalisir biaya produksi.
    Sedangkan menurut Yamit (2002) terdapat 5 tujuan dilakukannya
    pengendalia kualitas, yaitu :
  5. Meminimalisir jumlah kesalahan dan perbaikan.
  6. Mempertahankan kualitas sesuai ketentuan.
  7. Menekan komplain dari pembeli.
  8. Memungkinkan terjadinya output grading.
  9. Mempertahankan image perusahaan