Brand Awareness


Menurut Durianto 2014, dalam (Rintan H, 2023) Brand Awareness merupakan
kemampuan seorang konsumen atau pembeli untuk mengenali atau mengingat
kembali suatu merek terhadap produk tersebut. Pendapat tersebut diperkuat oleh
hasbun dan ruswati yang menyatakan bahwa suatu produk atau merek akan terus
muncul jika seorang konsumen memiliki kemampuan dalam mengingat merek
tersebut. Menurut Shimp dalam (Mustakim 2024) Brand Awareness merupakan suatu
kemampuan yang dimiliki oleh konsumen dalam mengingat suatu merek atau produk
dengan adanya suatu keunikan untuk memudahkannya mengingat suatu merek atau
produk tersebut. Brand Awareness sendiri merupakan salah satu kunci penting dalam
menjalani suatu usaha untuk menaikkan penjualan dengan adanya persaingan yang
ketat.
Menurut Aaker (Wardhana et.al., 2022) terdapat tingkatan Brand Awareness
yaitu Unware of Brand (level terendah), Brand Recognition, Brand Recall, dan Top
of Mind. Brand Awareness merupakan suatu kemampuan seorang konsumen dalam
mengenali suatu merek terhadap suatu kategori tertentu sehingga terjadinya proses
pembelian. Teori ini sendiri menjadi dasar penting pada penelitian karena
memberikan kerangka bagaimana konsumen dapat berkontribusi pada keputusan
pembelian terhadap suatu merek secara keseluruhan. Menurut Aaker, pada model
ekuitas merek berbasis pelanggan (customer base brand equity model) menjelaskan
terhadap empat langkah dalam teori kesadaran merek yaitu identitas merek makna
merek dan respon merek dan hubungan merek. Dalam teori ini akan membantu
penelitian dalam memahami bagaimana adanya suatu identitas merek dapat
berkontribusi secara penuh pada kesadaran merek dan juga ekuitas merek Brand
Awareness memiliki 4 indikator utama:

  1. Recall yaitu suatu merek yang mudah diingat
  2. Recognition, merk yang mudah untuk dikenali
  3. Purchase, suatu merek yang menjadi pilihan utama konsumen
  4. Consumption, Pengetahuan yang dimiliki konsumen terhadap suatu mere