Indikator kualitas produk menurut Kotler (2013:149) adalah:
1) Performance (kinerja), berhubungan dengan karakteristik operasi dasar
dari sebuah produk.
2) Durability (daya tahan), yang berarti berapa lama atau umur produk
yang bersangkutan bertahan sebelum produk tersebut harus diganti.
Semakin besar frekuensi pemakaian konsumen terhadap produk maka
semakin besar pula daya produk.
3) Conformance to specifications (kesesuaian dengan spesifikasi), yaitu
sejauh mana karakteristik operasi dasar dari sebuah produk memenuhi
spesifikasi tertentu dari konsumen atau tidak ditemukannya cacat pada
produk.
4) Features (fitur), adalah karakteristik produk yang dirancang untuk
menyempurnakan fungsi produk atau menambah ketertarikan
konsumen terhadap produk.
5) Reliability (reliabilitas), adalah probabilitas bahwa produk akan
bekerja dengan memuaskan atau tidak dalam periode waktu tertentu.
Semakin kecil kemungkinan terjadinya kerusakan maka produk
tersebut dapat diandalkan.
6) Aesthetics (estetika), berhubungan dengan bagaimana penampilan
produk.
7) Perceived quality (kesan kualitas), sering dibilang merupakan hasil
dari penggunaan pengukuran yang dilakukan secara tidak langsung
karena terdapat kemungkinan bahwa konsumen tidak mengerti atau
kekurangan informasi atas produk yang bersangkutan.
8) Serviceability, meliputi kecepatan dan kemudahan untuk direparasi,
serta kompetensi dan keramahtamahan staf layanan.
Kualitas produk merupakan driver kepuasan konsumen yang pertama.
Menurut Lupiyoadi (2015:177), indikator kualitas produk adalah:
1) Kinerja (performance) adalah dimensi yang paling dasar yang
berkaitan dengan aspek fungsional suatu barang dan merupakan
karakteristik utama yang dipertimbangkan pelanggan dalam membeli
barang tersebut. Konsumen akan sangat kecewa apabila harapan
mereka terhadap dimensi ini tidak terpenuhi. Performace pada setiap
produk berbeda-beda tergantung functional value yang dijanjikan
perusahaan.
2) Keandalan (reliability) adalah dimensi kualitas produk yang kedua.
Dimensi performance dan reliability secara sepintas tampak mirip
tetapi memiliki perbedaan yang jelas. Reliability menunjukkan
probabilitas atau kemungkinan produk berhasil menjalankan fungsi-
fungsinya setiap kali digunakan dalam periode waktu tertentu.
3) Fitur (feature) dapat dikatakan sebagai aspek sekunder. Feature adalah
karakteristik produk yang dirancang untuk menyempurnakan fungsi
produk atau menambah ketertarikan konsumen terhadap produk.
Karena perkembangan feature hampir tidak terbatas jalannya dengan
perkembangan teknologi, maka feature menjadi target inovasi para
produsen untuk memuaskan konsumen.
4) Daya Tahan (durability) adalah keawetan menunjukkan suatu
pengukuran terhadap siklus produk, baik secara teknis maupun waktu.
Produk disebut awet kalau sudah berulang kali digunakan atau sudah
lama sekali digunakan. Yang pertama adalah awet secara teknis dan
yang kedua adalah awet secara waktu. Bagi konsumen, awet secara
waktu lebih mudah dimengerti karena sebagian besar produk yang
menjanjikan keawetan lebih menonjolkan keawetan dalam hal waktu.
Tingkat kepentingan dimensi ini berbeda untuk target pasar yang
berbeda sangat mungkin terjadi pergeseran dari waktu ke waktu karena
perubahan pasar dan persaingan.
5) Kesesuaian (conformance) menunjukkan seberapa jauh suatu produk
dapat menyamai standar atau spesifikasi tertentu. Produk yang
memiliki conformance yang tinggi berarti sesuai dengan standar yang
telah ditentukan. Salah satu aspek dari conformance adalah
konsistensi
