Fitur


Dalam teori pemasaran fitur merupakan salah satu
elemen dari atribut produk. Fitur dapat dikatakan sebagai aspek
sekunder dari suatu produk. Fitur identik dengan sesuatu yang
unik, khas, dan istimewa yang tidak dimiliki oleh produk lainnya
(Kotler dan Armstrong, 2008).
Fitur sering diasosiasikan dengan kemanfaatan atau
fungsionalitas dari suatu produk. Menurut Dewi dan Jatra (2013)
fitur merupakan karakteristik tambahan yang dirancang untuk
menambah ketertarikan konsumen terhadap produk atau
menyempurnakan fungsi produk. Indikator yang digunakan untuk
mengukur fitur adalah sebagai berikut: kelengkapan fitur,
kebutuhan fitur, ketertarikan fitur, dan kemudahan dalam
penggunaan.
Fitur adalah sarana kompetitif untuk
mendiferensiasikan produk perusahaan dari produk pesaing.
Menjadi produsen pertama yang memperkenalkan fitur baru yang
bernilai adalah salah satu cara paling efektif untuk bersaing.
(Kotler and Armstrong 2006). Fitur merupakan karakteristik atau
fitur yang mungkin dimiliki atau tidak dimiliki oleh objek.
Berbagai produk yang serupa dapat dilihat berbeda oleh
konsumen dari perbandingan fitur di dalamnya, yaitu
perbandingan kelengkapan fitur, kecanggihan fitur atau
keistimewaan yang ditonjolkan dari satu fitur di suatu produk
dibandingkan dengan produk lain.
Fandy Tjiptono (2002) mengatakan bahwa fitur adalah
unsur-unsur produk yang dipandang penting oleh konsumen dan
dijadikan dasar pengambilan keputusan pembelian. Fitur produk
dapat mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli suatu
produk, karena fitur produk melekat erat pada suatu produk dan
seringkali digunakan oleh konsumen sebagai dasar dan
pertimbangan untuk memutuskan membeli atau tidak suatu
barang atau jasa yang ditawarkan.
Sebuah produk dapat ditawarkan dengan berbagai fitur.
Sebuah model awal tanpa tambahan yang menyertai produk
tersebut menjadi titik awalnya. Perusahaan dapat menciptakan
model tingkatan yang lebih tinggi dengan menambahkan
berbagai fitur. Fitur merupakan alat persaingan untuk
mengidentifikasikan produk perusahaan terhadap produk sejenis
yang menjadi pesaingnya. Menjadi produsen awal yang
mengenalkan fitur baru yang dibutuhkan dan dianggap bernilai
menjadi salah satu cara yang efektif untuk bersaing.
Sebuah produk dapat ditawarkan dalam berbagai
macam variasi. Mulai dari variasi warna, kemasan, aroma, rasa,
dan sebagainya. Definisi fitur produk menurut Kotler dan
Armstrong (2008) yaitu alat persaingan untuk membedakan
produk perusahaan terhadap produk sejenis yang menjadi
pesaingnya. Dengan berbagai fitur produk yang ditawarkan oleh
produsen, konsumen pun akan semakin terpuaskan dengan
produk-produk yang sesuai dengan kebutuhannya