Loyalitas merek adalah preferensi konsumen secara
konsisten untuk melakukan pembelian pada merek yang
sama pada produk yang spesifik atau kategori pelayanan
tertentu (Solomon dkk., 2006). Menurut Aaker (2001)
dalam Andrologi (2014), loyalitas merek merupakan suatu
ukuran keterkaitan pelanggan terhadap sebuah merek. Hal
ini berkaitan dengan kemungkinan seorang pelanggan
beralih ke produk lain, terutama pada merek yang terdapat
perubahan, baik yang berkaitan dengan harga atau atribut
lain. Assael (1992) dalam Manurung (2009) mendefinisikan
loyalitas merek sebagai representasi dari sikap menyenangi
sebuah merek yang menimbulkan pembelian ulang terhadap
merek yang sama. Loyalitas merek berbeda dengan perilaku
pembelian ulang (repeat purchasing behaviour). Perilaku
pembelian ulang merupakan tindakan pembelian berulang
pada suatu merek yang dipengaruhi oleh faktor kebiasaan,
sedangkan dalam loyalitas merek, tindakan pembelian
berulang pada suatu merek dipengaruhi oleh kesetiaan
terhadap sebuah merek. Berdasarkan definisi di atas,
terdapat dua aspek penting dalam loyalitas merek, yaitu
pembelian ulang yang dilakukan oleh pelanggan dan
hubungan jangka panjang antara konsumen dan sebuah
produk yang memungkinkan konsumen melakukan
pembelian ulang secara konsisten (Kornum, 2011)
