Menurut Assael dalam Simamora (2001) bahwa ada 4 (empat) tipe
perilaku pembelian konsumen berdasarkan pada tingkat keterlibatan
pembeli dan tingkat perbedaan di antara merek sebagai berikut :
- Perilaku membeli yang Rumit (Complex Buying Behaviour) Perilaku
membeli yang rumit membutuhkan keterlibatan tinggi dalam
pembelian. Perilaku ini menyingkapkan adanya perbedaan-
perbedaan yang jelas di antara merek-merek yang ada. Perilaku
membeli ini terjadi pada waktu membeli produk-produk yang mahal,
tidak sering dibeli, berisiko dan dapat mencerminkan dari
pembelinya, seperti mobil, televisi, pakaian, jam tangan, komputer
pribadi, dan lain-lain. Biasanya konsumen tidak tahu terlalu banyak
tentang kategori produk dan harus belajar untuk mengetahuinya,
sehingga pemasar harus menyusun strategi untuk memberikan
informasi kepada konsumen tentang atribut produk, kepentingannya,
tentang merek perusahaan, dan atribut penting lainnya. - Perilaku Membeli untuk Mengurangi Ketidakcocokan (Dissonance
Reducing Buying Behaviour) Perilaku membeli mempunyai
keterlibatan yang tinggi dan konsumen menyadari hanya sedikit
perbedaan antara berbagai merek. Perilaku membeli ini terjadi untuk
pembelian produk yang mahal, tidak sering dilakukan, berisiko, dan
membeli secara relatif cepat karena perbedaan merek tidak terlihat.
Contoh, karpet, keramik, pipa PVC, dan lain-lain. Pembeli biasanya
mempunyai respons terhadap harga atau yang memberikan
kenyamanan. Konsumen akan memperhatikan informasi yang
mempengaruhi keputusan pembelian. - Perilaku Membeli Berdasarkan Kebiasaan (Habitual Buying
Behaviour) Dalam hal ini, konsumen membeli suatu produk
berdasarkan kebiasaan, bukan berdasarkan kesetiaan terhadap merek.
Konsumen memilih produk secara berulang bukan karena merek
produk, tetapi karena konsumen sudah mengenal produk tersebut.
Setelah membeli produk tersebut konsumen tidak mengevaluasi
kembali mengapa mereka membeli produk tersebut. Perilaku ini
biasanya terjadi pada produkproduk seperti gula, garam, air mineral
dalam kemasan, deterjen, dan lain-lain. Pemasar dapat membuat
keterlibatan antara produk dan konsumennya, misalnya dengan
menciptakan produk yang melibatkan situasi atau emosi personal
melalui iklan. - Perilaku Membeli yang Mencari Keragaman (Variety Seeking
Buying Behaviour) Perilaku ini memiliki keterlibatan yang rendah,
namun masih terdapat perbedaan merek yang jelas. Konsumen
28
berperilaku dengan tujuan mencari keragaman dan bukan kepuasan.
Jadi merek dalam perilaku ini bukan merupakan suatu yang mutlak.
Sebagai market leader, pemasar dapat melakukan strategi seperti
menjaga agar jangan sampai kehabisan stok atau dengan promosi-
promosi yang dapat mengingatkan konsumen akan produknya.
Perilaku pembeli yang mencari keragaman biasanya terjadi pada
produk-produk yang sering dibeli, harganya murah dan konsumen
sering mencoba merek-merek baru
