Coopersmith (1967:38) mengemukakan empat sumber dari harga diri,
yaitu :
a. Kekuasaan (power)
Kekuasaan, dalam arti untuk bisa mengatur dan mengontrol perilaku orang
lain. Kemampuan ini ditandai oleh adanya pengakuan dan rasa hormat yang
diterima individu dari orang lain dan besarnya sumbangan dari pikiran atau
pendapat dan kebenarannya. Keberhasilan ini diukur oleh kemampuan untuk
mempengaruhi aksinya dengan mengontrol perilaku sendiri dan
mempengaruhi orang lain.
b. Keberartian (significant)
Keberartian, yaitu adanya kepedulian, perhatian dan kasih sayang yang
diterima individu dari orang lain. Keberhasilan ini diukur oleh adanya
perhatian dan kasih sayang yang ditunjukan oleh orang lain. Ekspresi dari
pengahargaan dan minat terhadap individu tersebut dalam pengertian
penerimaan (acceptance) dan popularitas, sedangkan lawannya adalah
penolakan dan isolasi.
c. Kebajikan (virtue)
Kebajikan, yaitu ketaatan mengikuti standar moral dan etika yang ditandai
oleh ketaatan untuk menjauhi tingkah laku yang harus dihindari dan
melakukan tingkah laku yang diperbolehkan atau diharuskan oleh moral atau
etika dan agama. Individu yang mentaati etika moral dan prinsip agama yang
kemudian menginternalisasikannya akan menampilkan penilaian diri yang
lebih positif.
d. Kompetensi (competence)
Kompetensi atau kemampuan dalam arti sukses dan mampu memenuhi
tuntutan prestasi yang ditandai oleh keberhasilan individu dalam mengerjakan
berbagai macam pekerjaan/tugas dengan baik dan bervariasi untuk tiap level
dan kelompok usia tertentu
