Menurut Terry dalam Suwatno dan Priansa (2016) tipe-tipe kepemimpinan adalah sebagai
berikut:
- Kepemimpinan pribadi (personal leadership)
Dalam tipe ini pemimpin mengadakan hubungan langsung dengan bawahannya, sehingga
timbul hubungan pribadi yang intim. - Kepemimpinan non-pribadi (non-personal leadership)
Dalam tipe ini pimpinan tidak mengadakan hubungan langsung dengan bawahannya,
sehingga antara atasan dan bawahan tidak timbul kontak pribadi. Hubungan antara
pimpinan dengan bawahannya melalui perencanaan dan instruksi-instruksi tertulis. - Kepemimpinan otoriter (authoritarian leadership)
Dalam tipe ini pimpinan memperlakukan bawahannya secara sewenang-wenang, karena
menganggap diri orang paling berkuasa, bawahannya digerakan dengan jalan paksa,
sehingga para pekerja dalam melakukan pekerjaannya bukan karena ikhlas melakukan
pekerjaannya, melainkan karena takut. - Kepemimpinan kebapakan (paternal leadership)
Dalam tipe ini pimpinan memperlakukan bawahannya seperti anak sendiri, sehingga para
bawahannya tidak berani mengambil keputusan, segala sesuatu yang pelik diserahkan
kepada bapak pimpinan untuk menyelesaikannya. Dengan demikian bapak sangat banyak
pekerjaannya yang menjadi tanggung jawab anak buahnya. - Kepemimpinan demokratis (democratic leadership)
Dalam tipe ini pimpinan selalu mengadakan musyawarah dengan para bawahannya untuk
menyelesaikan pekerjaan-pekerjaannya yang sukar, sehingga para bawahannya merasa
dihargai pikiran-pikirannya dan pendapat-pendapatnya serta mempunyai pengalaman yang
baik di dalam menghadapi segala persoalan yang rumit. Dengan demikian para bawahan
bergeraknya itu bukan karena rasa paksaan, tetapi karena rasa tanggung jawab yang timbul
karena kesadaran atas tugas-tugasnya. - Kepemimpinan bakat (indigenous leadership) Dalam tipe ini pimpinan dapat menggerakan
bawahannya karena mempunyai bakat untuk itu, sehingga para bawahannya senang
mengikutinya, jadi tipe ini lahir karena pembawannya sejak lahir seolah-olah ditakdirkan
untuk memimpin dan diikuti oleh orang lain. Dalam tipe ini pimpinan tidak akan susah
menggerakkan bawahannya, karena para bawahannya akan selalu menurut akan
kehendaknya
