Menurut Luthans (2011:141), kepuasan kerja memiliki 6 indikator yang dapat mempengaruhi,
yaitu:
- Pekerjaan itu sendiri
Karyawan akan lebih merasa puas terhadap pekerjaannya apabila mereka diberikan tugas
yang menarik dan menantang serta kesempatan untuk belajar. Dalam research yang
ditemukan oleh penulis, kepuasan kerja juga berhubungan dengan oportunitas yang sama,
lingkungan yang ramah, dan perilaku anti-harassment dalam suatu organisasi. - Gaji Uang
Digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia. Uang juga dapat dijadikan sebagai
alat untuk memperoleh kepuasan tingkat atas. Gaji dilihat oleh karyawan sebagai
gambaran bagaimana manajemen mengevaluasi kontribusi mereka terhadap organisasi. - Promosi Secara tradisional
promosi adalah cara seseorang menaikan posisi mereka dalam hirarki suatu organisasi.
Promosi memiliki pengaruh yang berbeda terhadap kepuasan kerja dikarenakan bentuk
promosi berbedabeda, perbedaan tersebut dapat dicontohkan dengan promosi yang
diterima orang berdasarkan senioritas akan berbeda dengan promosi yang didasarkan oleh
prestasi atau kinerja. - Supervisi atasan
Supervisi dibagi menjadi 2 dimensi, yang pertama adalah Employee Centered lebih
memfokuskan pada interaksi supervisor kepada karyawan. Interaksi yang dimaksud dalam
dimensi ini adalah bagaimana supervisor memeriksa kondisi karyawan dalam melakukan
tugas, memberikan saran dan bantuan, serta berkomunikasi dalam personal ataupun resmi.
Dimensi kedua dalam supervisi adalah partisipasi yang dapat dilihat dari cara supervisor
melibatkan karyawan dalam beberapa pengambilan keputusan.
