Gaya Kepemimpinan Transformasional


Kepemimpinan merupakan kemampuan individu untuk
mempengaruhi, memotivasi dan memungkinkan pengikut untuk
memberikan kontribusi terhadap efektivitas dan kesuksesan organisasi
(House et all., 1999).
Menurut Bass (1985) dan Yukl (1994 : 297) tingkat sejauh mana
seorang pemimpin disebut transformasional terutama diukur dalam
hubungannya dengan efek kepemimpinan tersebut terhadap para
pengikut. Para pengikut seorang pemimpin transformasional merasa
adanya kepercayaan, kekaguman, kesetiaan dan hormat terhadap
pemimpin tersebut dan mereka merasa termotivasi untuk melakukan lebih
dari pada yang awalnya diharapkan oleh mereka.
Konsep awal tentang kepemimpinan transformasional telah
diformulasikan oleh Burns Yukl, Selanjutnya Burns menjelaskan
kepemimpinan transformasional sebagai sebuah proses yang padanya para
pemimpin dan pengikut saling menaikkan diri ke tingkat moralitas dan
motivasi yang lebih tinggi. Para pemimpin tersebut mencoba
menimbulkan kesadaran dari para pengikut dengan menyerukan cita cita
yang lebih tinggi dan nilai-nilai moral seperti kemerdekaan, keadilan dan
kemanusiaan bukan didasarkan atas emosi, seperti keserakahan,
kecemburuan dan kebencian.
Menurut Keller (1992) mengemukakan bahwa Kepemimpinan
Transformational adalah sebuah gaya kepemimpinan yang mengutamakan
pemenuhan terhadap tingkatan tertinggi dari hirarki maslow yakni
kebutuhan akan harga diri dan aktualisasi diri. Kepemimpinan
transformasional inilah yang sungguh-sungguh diartikan sebagai
kepemimpinan yang sejati karena kepemimpinan ini sungguh bekerja
menuju sasaran pada tindakan mengarahkan organisasi kepada suatu
tujuan yang tidak pernah diraih sebelumnya. Para pemimpin secara riil
harus mampu mengarahkan organisasi menuju arah baru (Locke, 1997).
Sedangkan menurut O’Leary (2001) “Kepemimpinan
transformasional adalah gaya kepemimpinan yang digunakan oleh
seseorang manajer bila ia ingin suatu kelompok melebarkan batas dan
memiliki kinerja melampaui status dan mencapai serangkaian sasaran
organisasi yang sepenuhnya baru”. Tjiptono (2002: 84) mendefinisikan
kepemimpinan transformasional sebagai kepemimpinan yang menciptakan visi
dan lingkungan yang memotivasi para karyawan untuk berprestasi melampaui
harapan. Kepemimpinan transformasional juga didefinisikan sebagai
kepemimpinan yang mencakup upaya perubahan organisasi (sebagai lawan
kepemimpinan yang dirancang untuk mempertahankan status quo).
Kepemimpinan transformasional yaitu pemimpin yang
mencurahkan perhatiannya kepada persoalan- persoalan yang dihadapi
oleh para pengikutnya dan kebutuhan pengembangan dari masing-masing
pengikutnya dengan cara memberikan semangat dan dorongan untuk
mencapai tujuannya (Robbin,2007:473).