Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Lingkungan Kerja


Menurut Nitisemito (1992:159) Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi
terbentuknya suatu lingkungan kerja adalah sebagai berikut :

  1. Pewarnaan
    Warna dapat berpengaruh terhadap karyawan didalam melaksanakan
    pekerjaannya, namun tidak sedikit perusahaan yang kurang
    memperhatikan masalah warna. Pewarnaan pada dinding atau tembok pada
    ruang kerja hendaknya menggunakan warna yang lembut. Dengan
    demikian karyawan akan merasa nyaman.
  2. Penerangan
    Penerangan dalam ruang kerja karyawan memegang peranan yang sangat
    penting dalam meningkatkan semangat karyawan. Dengan adanya
    penerangan yang cukup maka kegiatan-kegiatan operasional organisasi
    akan berjalan dengan lancar sehingga karyawan akan menunjukkan hasil
    kerja yang baik.
  3. Udara
    Suhu udara yang terlalu panas akan menurunkan semangat kerja karyawan
    di dalam melaksanakan pekerjaannya. Maka dari itu perusahaan
    diharapkan untuk memberikan udara yang cukup (tidak terlalu panas dan
    tidak terlalu dingin) di dalam ruangan kerja karyawan, dengan adanya
    pertukaran udara yang cukup maka karyawan akan selalu merasa segar dan
    semangat untuk menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tanggung
    jawabnya.
  4. Suara Bising
    Suara yang bising bisa sangat menganggu para karyawan dalam bekerja.
    Suara bising tersebut dapat merusak konsentrasi kerja karyawan sehingga
    kinerja karyawan menjadi tidak optimal. Maka dari itu setiap perusahaan
    harus selalu berusaha untuk menghilangkan suara bising tersebut atau
    paling tidak menekannya untuk memperkecil suara bising tersebut dengan
    memperdengarkan musik yang bisa mengembalikan konsentrasi karyawan.
  5. Ruang Gerak
    Karyawan yang bekerja dalam suatu perusahaan hendaknya mendapatkan
    tempat yang cukup untuk melaksanakan pekerjaannya. Karyawan tidak
    mungkin dapat bekerja dengan maksimal jika tempat yang tersedia tidak
    dapat memberikan kenyamanan. Dengan demikian ruang gerak untuk
    tempat karyawan bekerja seharusnya direncanakan terlebih dahulu agar
    para karyawan tidak terganggu di dalam melaksanakan pekerjaan. Menurut
    Assauri (1993:33) mengemukakan bahwa: “Agar para karyawan dapat
    leluasa bergerak dengan baik, maka ruangan gerak para karyawan perlu
    diberikan ruangan yang memadai. Terlalu sempit ruang gerak akan
    menghambat proses kerja para karyawan. Sebaliknya ruangan kerja yang
    besar merupakan pemborosan ruangan”.
    Dari pendapat di atas mengenai ruang gerak yang ideal adalah ruang yang
    leluasa sehingga dapat membantu kelancaran kerja karyawan. Ruangan
    yang sempit akan mengakibatkan lalu-lintas di tempat kerja menjadi
    semrawut, sehingga karyawan akan kehilangan semangat dalam bekerja.
  6. Keamanan
    Rasa aman bagi karyawan sangat berpengaruh terhadap semangat kerja
    dan kinerja karyawan. Di sini yang dimaksud dengan keamanan yaitu
    keamanan yang dapat dimasukkan ke dalam lingkungan kerja fisik. Jika di
    tempat kerja tidak aman karyawan tersebut akan menjadi gelisah, tidak
    tenang dan tidak bisa berkonsentrasi dengan pekerjaannya serta semangat
    kerja karyawan tersebut akan mengalami penurunan. Oleh karena itu
    sebaiknya suatu perusahaan terus berusaha untuk menciptakan dan
    mempertahankan suasana aman tersebut, misalnya memasang kamera
    CCTV di setiap sudut ruangan atau memperketat penjagaan dengan adanya
    peran dari security.
  7. Kebersihan
    Lingkungan kerja yang bersih akan menciptakan keadaan disekitarnya
    menjadi sehat. Oleh karena itu setiap perusahaan hendaknya selalu
    menjaga kebersihan lingkungan kerja. Dengan adanya lingkungan kerja
    yang bersih karyawan akan merasa senang sehingga kinerja karyawan
    akan meningkat.