Faktor-faktor Timbulnya Loyalitas Karyawan


Salah satu survey tentang loyalitas yang dikutip Drizin &
Schneider (dalam Runtu, 2014) menunjukkan bahwa pendorong utama
untuk loyalitas karyawan adalah fairness. Hal itu mencakup: fair dalam
penggajian, fair dalam penilaian kinerja, dan fair dalam perumusan dan
pengimplementasian kebijakan. Sedangkan Mc Quiness (dalam Runtu,
2014) mengemukakan bahwa komunikasi yang efektif dalam suatu
organisasi akan berdampak pada loyalitas karyawan. Peran komunikasi
dalam meningkatkan loyalitas karyawan ini didukung oleh Smith &
Rupp (dalam Runtu, 2014).
Antoncic & Antoncic (dalam Runtu, 2014) Menyatakan bahwa
penurunan loyalitas umumnya disebabkan oleh ketidakpercayaan
terhadap keputusan dan kebijakan organisasi, buruknya komunikasi
dan aliran informasi internal, serta gaya kepemimpinan dalam
organisasi. Oleh karena itu, menurut Cunha (dalam Runtu, 2014)
loyalitas harus dibangun antara lain melalui pengelolaan struktur,
budaya, dan kepemimpinan dalam organisasi. McGuinness (dalam
Runtu, 2014) menyatakan bahwa meningkatkan partisipasi dalam
pengambilan keputusan, komunikasi efektif dan terbuka,
pengembangan saling percaya, pengembangan karir, serta penggajian
berdasarkan produktivitas, dan fleksibilitas tunjangan dapat
menimbulkan loyalitas pada karyawan.
Loyalitas karyawan juga dapat dibangun melalui hubungan
yang baik antara atasan dan bawahan. Membangun hubungan saling
percaya satu sama lain merupakan satu bentuk kompensasi yang sangat
bermakna bagi karyawan. Karyawan harus tahu bahwa atasan mereka
memperlakukan mereka sebagai pribadi tidak sekedar “sumber daya”
sebelum mereka termotivasi untuk memberi yang terbaik bagi
organisasi, Boltax (dalam Runtu, 2014). Loyalitas karyawan itu ada
dalam satu organisasi apabila karyawan percaya bahwa dalam tujuan
organisasi, karyawan dapat mencapai tujuan mereka