Dimensi Kualitas Pelayanan


Kualitas suatu produk ataupun jasa perlu ditentukan melalui dimensi-
dimensinya. Berikut dimensi kualitas pelayanan menurut Tjiptono dan
Chandra (2011:198) yaitu terdapat 5 (lima) dimensi kualitas pelayanan
utama yang disusun sesuai urutan tingkat kepentingan relatifnya sebagai
berikut:

  1. Reliabilitas (Reliability)
    Pada komponen ini, berkaitan dengan kemampuan perusahaan untuk
    memberikan layanan yang akurat sejak pertama kali tanpa membuat
    kesalahan apapun dan menyampaikan jasanya sesuai dengan waktu
    yang disepakati. Dalam unsur ini, pemasar dituntut untuk
    menyediakan produk atau jasa yang handal. Produk atau jasa jangan
    sampai mengalami kerusakan atau kegagalan. Dengan kata lain,
    produk atau jasa tersebut harus selalu baik. Para anggota perusahaan
    juga harus jujur dalam menyelesaikan masalah sehingga pelanggan
    tidak merasa ditipu. Selain itu, pemasar harus tepat janji bila
    menjanjikan sesuatu kepada pelanggan. Sekali lagi perlu diperhatikan
    bahwa janji bukan sekedar janji, namun janji harus ditepati. Oleh
    karena itu, time schedule perlu disusun dengan teliti.
  2. Daya Tanggap (Responsiveness)
    Berkenaan dengan kesediaan dan kemampuan para karyawan untuk
    membantu para pelanggan dan merespon permintaan pelanggan, serta
    menginformasikan kapan jasa akan diberikan dan kemudian
    memberikan jasa secara cepat. Para anggota perusahaan harus
    memperhatikan janji spesifik kepada pelanggan. Unsur lain yang juga
    penting dalam elemen cepat tanggap ini adalah anggota perusahaan
    selalu siap membantu pelanggan, apapun posisi seseorang di
    perusahaan hendaknya selalu memperhatikan pelanggan yang
    menghubungi perusahaan.
  3. Jaminan (Assurance)
    Jaminan yakni keyakinan yang meliputi perilaku para karyawan
    mampu menumbuhkan kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan
    dan perusahaan dapat menciptakan rasa aman bagi para
    pelanggannya. Pada saat persaingan sangat kompetitif, anggota
    perusahaan harus tampil lebih kompeten, artinya memiliki
    pengetahuan dan keahlian di bidang masing-masing. Faktor security,
    yaitu memberikan rasa aman dan terjamin kepada pelanggan
    merupakan hal yang penting. Pemasar diharapkan memperhatikan
    kredibilitas perusahaan dan bukan justru menipu pelanggan. Selain
    itu, anggota perusahaan harus bersikap ramah dengan menyapa
    pelanggan yang datang.
  4. Empati (Empathy)
    Empati berarti bahwa dimana perusahaan memberikan perhatian serta
    memahami masalah para pelanggan dan bertindak bagi kepentingan
    pelanggan, serta memberikan perhatian personal kepada pelanggan.
    Setiap anggota perusahaan hendaknya dapat mengelola waktu agar
    mudah dihubungi, baik melalui telepon ataupun bertemu langsung.
    Dering telepon usahakan maksimal tiga kali, lalu segera dijawab.
    Waktu yang dimiliki pelanggan sangat terbatas sehingga tidak
    mungkin menunggu terlalu lama. Usahakan untuk melakukan
    komunikasi individu agar hubungan dengan pelanggan lebih akrab.
    Anggota perusahaan juga harus memahami pelanggan. Dengan
    memahami pelanggan, bukan berarti anggota perusahaan merasa
    “kalah” dan harus “menyetujui” pendapat pelanggan, tetapi paling
    tidak mencoba untuk melakukan kompromi bukan melakukan
    perlawanan.
  5. Bukti fisik (Tangibles)
    Bukti fisik meliputi daya tarik fasilitas fisik dari kualitas,
    perlengkapan dan material yang digunakan perusahaan, kebersihan
    gedung, kerapian, kenyamanan ruangan, serta penampilan karyawan.
    Prasarana yang berkaitan dengan layanan pelanggan juga harus
    diperhatikan oleh manajemen perusahaan. Gedung yang megah
    dengan fasilitas pendingin (AC), alat telekomunikasi yang canggih
    atau perabot kantor yang berkualitas, dan lain-lain menjadi
    pertimbangan pelanggan dalam memilih suatu produk atau jasa