Perilaku Konsumen


Perilaku konsumen muncul akibat dorongan faktor belum terpenuhinya
needs, wants, dan desire seseorang yang menimbulkan tension, dan tension ini
yang menjadi faktor pemicu individu untuk berperilaku dalam mencapai goals
yang diinginkan (Widjaja, 2009:29). Perusahaan harus mengerti dan memahami
pelanggan untuk meyakinkan pelanggan bahwa perusahaan benar-benar berusaha
memperhatikan kebutuhan dan keinginan pelanggannya. Langkah ini diambil
dengan tujuan untuk mendapatkan respon positif dari konsumen terhadap
perusahaan. Suryani (2008:1-2) menyatakan bahwa syarat yang harus dipenuhi
oleh suatu perusahaan agar sukses dalam persaingan adalah berusaha mencapai
tujuan dengan mempertahankan dan meningkatkan pelanggan. Perubahan
lingkungan secara terus-menerus dan berkesinambungan akan mempengaruhi
persaingan yang terjadi di pasar, baik itu pada pemasaran maupun perilaku
konsumen. Perusahaan dituntut untuk dapat menciptakan solusi cerdas dan akurat
untuk memenangkan persaingan. Kotler dan Keller (2009:214) menyatakan
bahwa pemasar harus sepenuhnya memahami teori maupun realitas perilaku
konsumen. Perilaku konsumen merupakan respon psikologis yang kompleks.
Respon konsumen muncul dalam bentuk perilaku dan tindakan yang khas secara
perorangan yang langsung terlibat dalam usaha memperoleh dan menggunakan
produk, serta menentukan proses pengambilan keputusan dalam melakukan
pembelian produk termasuk dalam pembelian ulang. Sciffman dan Kanuk
(2008:6) menyatakan bahwa study perilaku konsumen terpusat pada cara individu
mengambil keputusan untuk memanfaatkan sumber daya mereka yang tersedia
(waktu, uang, usaha) guna membeli barang-barang yang berhubungan dengan
konsumsi. Istilah perilaku konsumen seringkali digunakan atau dipakai untuk
menjelaskan perilaku dari masyarakat yang membeli dan menggunakan produk
atau jasa untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen.