Pengertian Keputusan Pembelian


Tujuan utama dari serangkaian proses pemasaran adalah aktivitas
pembelian yang dilakukan oleh konsumen. Konsumen sebagai pelaku utama
dalam proses pembelian selalu menjadi perhatian produsen. Produsen kini banyak
yang memberikan perhatian khusus kepada konsumen, terutama dalam
mempelajari perilaku konsumen dalam proses pembelian yang bersifat dinamis.
Pengambilan keputusan dapat diartikan sebagai suatu proses penilaian dan
pemilihan dari berbagai alternatif sesuai dengan kepentingan-kepentingan tertentu
dengan menetapkan suatu pilihan yang dianggap paling menguntungkan
(Amirullah, 2002:62). Proses pengambilan keputusan untuk membeli pada setiap
diri konsumen adalah sama, hanya saja seluruh proses tersebut tidak selalu dipakai
oleh setiap orang tersebut. Schiffman dan Kanuk (2008:485) berpendapat bahwa
sebuah keputusan adalah seleksi terhadap dua pilihan alternatif atau lebih.
Tindakan membeli dari konsumen itu terdiri dari membeli untuk pertama kali atau
mencoba dan pembelian untuk pengulangan, maka dari itu apabila seseorang
mengambil keputusan akan terdapat dua atau lebih alternatif pilihan. Griffin dan
Ebert dalam Rulistiani (2011:36) menyatakan bahwa:
Buy decision are based on rational motives, emotional motives or both. Rational
motives involve the logical evaluation of product attribute: cost, quality and
usefulness. Emotional motives involve non objective factors and include
sociability, imitation of others and aesthetics. Keputusan pembelian didasarkan
pada motif rasional, motof emosional, atau keduanya. Motif rasional melibatkan
penilaian logis atas atribut produk, kualitas biaya, dan kegunaan