Antibiotika adalah metabolic sekunder yang dihasilkan suatu organisme tertentu dalam jumlah kecil dapat menghambat atau membasmi mikroorganisme lain.
Suatu zat antibiotik kemoterapeutik yang ideal hendaknya memiliki sifat sebagai berikut :
- Harus mempunyai kemampuan unruk merusak atau menghambat mikroorganisme patogen spesifik. Antibiotic berspektrum luas efektif terhadap banyak spesies.
- Tidak menimbulkan efek samping yang tidak dikehendaki pada inang bseperti alergi, kerusakan pada syaraf, iritasi pada ginjal atau gastrointestinal.
- Dapat diberikan melalui oral tanpa diinaktikan oleh asam lambung atau melalui suntikan (parenteral) tanpa terjadi pengikatan dengan protein darah (33).
Berdasarkan mekanisme kerjanya, antibiotika terbagi dalam 5 kelompok :
- Mengganggu metabolisme sel bakteri, contoh : rifampisin, sulfonamide
- Menghambat sintesis dinding bakteri, contoh : sefalosporin, vankomisin, penisilin.
- Menggangu permaebilitas membrane sel bakteri, contoh : nistatin, polimiskin.
- Menghambat sintesis protein bakteri, contoh : tetrasiklin, kloramfenikol.
- Menghambat sintesis atau merusak asam nukleat sel mikroba, contoh : Rifamisin(34)
