Menurut Priansa (2016) faktor-faktor yang mempengaruhi etos kerja itu ada 2
(dua) faktor internal dan ekternal. Adapun penjelasan lebih jelas sebagai berikut:
a. Faktor Internal
Faktor internal yang mempengaruhi etos kerja terdiri dari:
1) Agama
Agama membentuk nilai-nilai, keyakinan, dan perilaku. Sistem nilai
tersebut akan mempengaruhi atau menentukan pola hidup para penganutnya.
Cara berpikir, bersikap, dan bertindak pegawai pastilah diwarnai oleh ajaran
agama yang dianutnya.
2) Pendidikan
Etos kerja tidak dapat dipisahkan dengan kualitas sumber daya
manusia.Peningkatan sumber daya manusia akan membuat seseorang
mempunyai etos kerja keras. Pendidikan yang baik dapat menginternalisasikan
etos kerja dengan tepat, sehingga individu akan memiliki etos kerja yang
tinggi. Pendidikan erat kaitannya dengan pembentukan karakter dan etos kerja
dalam jangka panjang, karena pendidikan merupakan proses yang
berkelanjutan.
3) Motivasi
Individu yang memiliki etos kerja yang tinggi adalah individu yang
memiliki motivasi yang tinggi. Etos kerja merupakan suatu pandangan dan
sikap yang tentunya didasari oleh nilainilai yang diyakini pegawai, yang juga
dipengaruhi oleh motivasi yang timbul dari dalam dirinya. Etos kerja juga
dipengaruhi oleh motivasi seseorang yang bukan bersumber dari luar diri,
tetapi yang tertanam dalam diri sendiri, yang sering disebut dengan motivasi
intrinsik.
4) Usia
Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa pegawai dengan usia di
bawah 30 tahun memiliki etos kerja yang lebih tinggi dibandingkan dengan
pegawai yang berusia di atas 30 tahun.
5) Jenis Kelamin
Jenis kelamin sering kali diidentikkan dengan etos kerja, beberapa pakar
mempublikasikan hasil penelitiannya bahwa perempuan cenderung memiliki
etos kerja, komitmen, dan loyalitas yang tinggi terhadap pekerjaan yang
diembannya di organisasi dibandingkan dengan laki-laki.
b. Faktor Eksternal
Faktor eksternal yang mempengaruhi etos kerja terdiri dari:
a. Budaya
Kualitas etos kerja ditentukan oleh sistem orientasi nilai budaya
masyarakat yang bersangkutan. Masyarakat yang memilki sistem nilai
budaya maju akan memiliki etos kerja yang tinggi. Sebaliknya, masyarakat
yang memilki sistem nilai budaya yang konservatif akan memiliki etos
kerja yang rendah, bahkan bisa sama sekali tidak memiliki etos kerja.
Sikap mental, tekad, disiplin, dan semangat kerja masyarakat juga disebut
sebagai etos budaya dan secara operasional etos budaya ini juga disebut
sebagai etos kerja
b. Sosial Politik
Tinggi atau rendahnya etos kerja suatu masyarakat dipengaruhi juga oleh
ada atau tidaknya struktur politik yang mendorong masyarakat untuk
bekerja keras dan dapat menikmati hasil kerja keras mereka dengan penuh.
c. Kondisi Lingkungan (Geografis)
Etos kerja dapat muncul dikarenakan faktor kondisi geografis. Lingkungan
alam yang mendukung mempengaruhi manusia yang berada didalamnya
melakukan usaha untuk dapat mengelola dan mengambil manfaat, bahkan
dapat mengundang pendatang untuk turut mencari penghidupan di
lingkungan tersebut.
d. Struktur Ekonomi
Tinggi rendahnya etos kerja yang dimilki masyarakat juga dipengaruhi
oleh struktur ekonomi yang ada di negara tersebut. Negara yang pro
terhadap kemandirian bangsa dan mendukung tumbuh kembangnya
produk-produk dalam negeri akan cenderung mendorong masyarakatnya
untuk berkembang dalam kemandirian.
e. Tingkat Kesejahteraan
Tingkat kesejahteraan masyarakat juga sangat mempengaruhi etos kerja
yang tumbuh dan berkembang di masyarakat. Negara maju dan makmur
biasanya memiliki masyarakat yang memiliki etos kerja yang tinggi
sehingga mendorong negara tersebut mencapai kesuksesan.
f. Perkembangan Bangsa Lain
Dewasa ini, dengan berbagai perkembangan perangkat teknologi serta arus
informasi yang tanpa batas, telah mendorong banyak negara berkembang
untuk meniru etos kerja negara lain.
