Pengertian Motivasi


Motivasi berasal dari kata latin movere yang berarti dorongan, daya
penggerak atau kekuatan untuk melakukan suatu tindakan atau perbuatan. Kata
movere, dalam bahasa inggris, sering disepadankan dengan motivation yang
berarti pemberian motif, penimbulan motif, atau hal yang menimbulkan dorongan
atau keadaan yang menimbulkan dorongan. Motivasi kerja merupakan dorongan
kerja kepada karyawan untuk melaksanakan pekerjaannya (Susan, 2019).
Motivasi dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti: paksaan dan
hukuman, imbalan penghargaan atau pujian, menciptakan kompetisi. Tujuan dan
harapan yang jelas, realistis serta mudah dicapai juga dapat dijadikan sebagai
motivasi. Bawahan tidak akan termotivasi untuk mencapai level produktivitas
yang tinggi apabila mereka merasa bahwa harapan itu tidak realitas dapat dicapai.
Abdullah (2017) berpendapat bahwa motivasi adalah karakteristik
psikologis manusia yang memberi kontribusi pada tingkat komitmen seseorang.
Teori motivasi yang terkenal berasal dari Teori Tiga Kebutuhan,
Dalam teori David McClelland yang menyebutkan bahwa ada tiga
kelompok motivasi kebutuhan yang dimiliki seseorang yaitu
a. Kebutuhan afiliasi (affiliation) yaitu adanya keinginan untuk berhubungan
antara pribadi yang ramah dan akrab
b. Kebutuhan prestasi (achievement) yaitu adanya keinginan untuk mencapai
tujuan yang lebih baik dari pada sebelumnya. Hal ini dapat dicapai dengan cara
merumuskan tujuan, mendapatkan umpan balik, memberikan tanggung jawab
pribadi dan bekerja keras.
c. Kebutuhan kekuasaan (power) artinya yaitu adanya kebutuhan kekuasaan
yang mendorong seseorang bekerja sehingga termotivasi dalam pekerjaannya.
Mangkunegara dalam (Hendriani dan Hariyandi, 2014) menyimpulkan
bahwa ada hubungan positif antara motivasi berprestasi terhadap pencapaian
kinerja Artinya, pimpinan, manajer dan pegawai yang mempunyai motivasi tinggi
akan mencapai kinerja yang tinggi, dan sebaliknya mereka yang
kinerjanyamrendah disebabkan karena motivasi kerjanya rendah