Adapun indikator komunikasi menurut Mangkunegara (2017), sebagai
berikut:
1) Keterampilan
Keterampilan menjadi suatu kelebihan ataupun kecakapan yang dipunyai
seseorang yang menjadikannya mampu untuk menggunakan akal pikiran, ide,
dan juga sisi kreatifitasnya dalam berkomunikasi.
2) Sikap
Sikap merupakan suatu ekspresi perasaan seseorang terhadap suatu objek disaat
berkomunikasi.
3) Pengetahuan
Pengetahuan merupakan fakta, kebenaran atau informasi yang diperoleh
melalui pengalaman atau pembelajaran disebut posteriori atau melalui
introspeksi disebut priori. Pengetahuan ialah informasi yang diketahui atau
disadari oleh seseorang.
4) Media
Media merupakan suatu saluran komunikasi yang digunakan untuk
menyebarkan informasi, berita, pendidikan, hiburan, data atau pesan promosi.
E. Lingkungan Kerja
- Pengertian Lingkungan Kerja
Lingkungan kerja juga dapat mempengaruhi kinerja karyawan dalam
sebuah organisasi. Oleh sebab itu, setiap organisasi akan menciptakan lingkungan
kerja yang baik dan menyenangkan untuk karyawannya. Kenyamanan karyawan
dalam bekerja juga menjadi salah satu faktor penting yang dapat mendorong
karyawan untuk bekerja dengan baik sehingga dapat mencapai tujuan yang
diinginkan organisasi. Lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada didalam
ruang lingkup lingkungan tempat pegawai bekerja, maka dari itu pihak instansi
harus menyediakan lingkungan kerja yang memadai seperti tata ruang kantor yang
nyaman, lingkungan yang bersih, pertukaran udara yang baik, penerangan yang
cukup, maupun hubungan sosial atau pola komunikasi antar sesama pegawai.
Lingkungan kerja yang baik dapat mendukung pelaksanaan kerja sehingga pegawai
semangat bekerja dan meningkatkan kinerja pegawai.
Menurut Sunyoto (2015:38), Lingkungan kerja merupakan bagian yang
sangat penting ketika pegawai melakukan kegiatan bekerja. Jika lingkungan kerja
baik dan nyaman, maka akan membuat pegawai menjadi termotivasi untuk bekerja
secara maksimal. Lingkungan kerja adalah keseluruhan alat perkakas dan bahan
yang dihadapi, lingkungan sekitarnya dimana seseorang bekerja, metode kerjanya,
serta peraturan kerjanya baik sebagai perseorangan maupun sebagai kelompok
(Sedarmayanti, 2009: 26). Secara garis besar, jenis lingkungan kerja terbagi
menjadi dua yaitu lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik.
Lingkungan kerja fisik yaitu semua kedaaan berbentuk fisik yang terdapat disekitar
tempat kerja dimana dapat mempengaruhi karyawan, baik secara langsung maupun
tidak langsung. Sedangkan, lingkungan kerja non fisik adalah semua keadaan yang
terjadi yang berkaitan dengan hubungan kerja, baik dengan atasan maupun dengan
sesama rekan kerja, ataupun dengan bawahan. Menurut Nitisemito (2016),
lingkungan kerja adalah segala yang ada disekitar para pekerja yang dapat
mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas yang dibebankan. Berdasarkan
pendapat beberapa ahli dapat disimpulkan bahwa lingkungan kerja adalah semua
aspek fisik kerja, psikologis kerja dan peraturan kerja yang dapat mempengaruhi
kinerja dan tercapai produktivitas
