Menurut Spears (2010) terdapat 10 karakter Servant
Leadership antara lain sebagai berikut:
- Listening (Mendengarkan)
Kepemimpinan yang melayani diharuskan memperkuat
keterampilan mendengarkan dengan berkomitmen
mendengarkan orang lain dengan penuh perhatian.
Kepemimpinan pelayan berusaha mengidentifikasi keinginan
kelompok, Mendengarkan juga mencakup dengan suara hati
seseorang dan berusaha untuk memahami apa yang
dikomunikasikan tubuh, jiwa, dan pikiran seseorang. - Empathy (Empati)
Pemimpin pelayan berusaha untuk berempati dengan orang lain,
karena setiap orang memerlukan untuk dihargai dan diterima
atas semangat khusus dan unik mereka. Seorang pemimpin
pelayan akan sukses bila mereka terampil sebagai seorang
pendengar yang empati. - Healing (Penyembuhan)
Kekuatan dalam Kepemimpinan pelayan alah satunya adalah
potensi untuk menyembuhkan diri sendiri maupun orang lain. - Awareness (Kesadaran)
Kesadaran dapat membantu pemimpin untuk berkomitmen
dalam menumbuhkan kesadaran pada setiap karyawannya,
memahami masalah yang berhubungan dengan etika,
kekuasaan, dan nilai-nilai. - Persuasion (Bujukan)
Pemimpin pelayan dapat mengandalkan persuasi, bukan otoritas
posisi dalam pembuatan keputusan. Karakter ini menjadikan
pemimpin pelayan berusaha untuk meyakinkan orang lain
bukan melalui paksaan. - Conceptualization (Konseptual)
Kemampuan pemimpin pelayan dalam melihat suatu masalah
atau organisasi dari perspektif konseptualisasi berarti seseorang
diharuskan untuk berpikir diluar kenyataan sehari-hari. - Foresight (Tinjauan ke masa depan)
Karakteristik pemimpin pelayan dalam memahami pelajaran di
masa lalu, realita saat ini, serta kemungkinan dan konsekuensi
dari keputusan yang diambil untuk masa depan. - Stewardship (Penata layanan)
Kepemimpinan pelayan memainkan peran yang cukup penting
dalam kepercayaan untuk kebaikan masyarakat yang lebih
besar, yakni seperti penata layanan yang melayani kebutuhan
orang lain. - Commitment to the growth of people (Komitmen terhadap
pertumbuhan orang)
Pemimpin pelayan memiliki tanggung jawab dalam upaya
peningkatan pertumbuhan profesional karyawan dan organisasi.
Dengan menyediakan dana untuk pengembangan pribadi
maupun profesional, mendorong minat, memastikan setiap
karyawan ikut andil dalam pengambilan keputusan, dan secara
aktif membantu setiap karyawan. - Building Community (Membangun Komunitas)
Membangun komunitas berarti menganalisis strategi dalam
pembangunan komunitas, membangun komunitas mencakup
membangun komunitas antar karyawan, pemimpin serta
bawahan, antara masyarakat dan pelanggan
