Karakteristik Servant Leadership


Menurut Spears (2010) terdapat 10 karakter Servant
Leadership antara lain sebagai berikut:

  1. Listening (Mendengarkan)
    Kepemimpinan yang melayani diharuskan memperkuat
    keterampilan mendengarkan dengan berkomitmen
    mendengarkan orang lain dengan penuh perhatian.
    Kepemimpinan pelayan berusaha mengidentifikasi keinginan
    kelompok, Mendengarkan juga mencakup dengan suara hati
    seseorang dan berusaha untuk memahami apa yang
    dikomunikasikan tubuh, jiwa, dan pikiran seseorang.
  2. Empathy (Empati)
    Pemimpin pelayan berusaha untuk berempati dengan orang lain,
    karena setiap orang memerlukan untuk dihargai dan diterima
    atas semangat khusus dan unik mereka. Seorang pemimpin
    pelayan akan sukses bila mereka terampil sebagai seorang
    pendengar yang empati.
  3. Healing (Penyembuhan)
    Kekuatan dalam Kepemimpinan pelayan alah satunya adalah
    potensi untuk menyembuhkan diri sendiri maupun orang lain.
  4. Awareness (Kesadaran)
    Kesadaran dapat membantu pemimpin untuk berkomitmen
    dalam menumbuhkan kesadaran pada setiap karyawannya,
    memahami masalah yang berhubungan dengan etika,
    kekuasaan, dan nilai-nilai.
  5. Persuasion (Bujukan)
    Pemimpin pelayan dapat mengandalkan persuasi, bukan otoritas
    posisi dalam pembuatan keputusan. Karakter ini menjadikan
    pemimpin pelayan berusaha untuk meyakinkan orang lain
    bukan melalui paksaan.
  6. Conceptualization (Konseptual)
    Kemampuan pemimpin pelayan dalam melihat suatu masalah
    atau organisasi dari perspektif konseptualisasi berarti seseorang
    diharuskan untuk berpikir diluar kenyataan sehari-hari.
  7. Foresight (Tinjauan ke masa depan)
    Karakteristik pemimpin pelayan dalam memahami pelajaran di
    masa lalu, realita saat ini, serta kemungkinan dan konsekuensi
    dari keputusan yang diambil untuk masa depan.
  8. Stewardship (Penata layanan)
    Kepemimpinan pelayan memainkan peran yang cukup penting
    dalam kepercayaan untuk kebaikan masyarakat yang lebih
    besar, yakni seperti penata layanan yang melayani kebutuhan
    orang lain.
  9. Commitment to the growth of people (Komitmen terhadap
    pertumbuhan orang)
    Pemimpin pelayan memiliki tanggung jawab dalam upaya
    peningkatan pertumbuhan profesional karyawan dan organisasi.
    Dengan menyediakan dana untuk pengembangan pribadi
    maupun profesional, mendorong minat, memastikan setiap
    karyawan ikut andil dalam pengambilan keputusan, dan secara
    aktif membantu setiap karyawan.
  10. Building Community (Membangun Komunitas)
    Membangun komunitas berarti menganalisis strategi dalam
    pembangunan komunitas, membangun komunitas mencakup
    membangun komunitas antar karyawan, pemimpin serta
    bawahan, antara masyarakat dan pelanggan