Marketing Mix (1)

Marketing mix adalah seperangkat variabel pemasaran yang dapat dikendalikan organisasi untuk menciptakan nilai, memenuhi kebutuhan pasar sasaran, dan mencapai tujuan pemasaran. Konsep ini mula-mula dipopulerkan melalui gagasan marketing mix oleh Borden (1964), kemudian disederhanakan oleh McCarthy (1960) ke dalam kerangka 4P: product, price, place, dan promotion.archives.ju.edu+1

Dalam pemasaran jasa, kerangka tersebut diperluas menjadi 7P dengan penambahan people, process, dan physical evidence oleh Booms dan Bitner (1981), karena kualitas jasa sangat dipengaruhi interaksi manusia, prosedur pelayanan, dan bukti fisik yang dirasakan pelanggan.archives.ju.edu+1

Pengertian marketing mix

Marketing mix merupakan kombinasi keputusan pemasaran yang dirancang secara terpadu untuk memengaruhi respons konsumen. Artinya, produk yang berkualitas tidak otomatis berhasil apabila harganya tidak sesuai daya beli, sulit diperoleh, atau tidak dikomunikasikan secara efektif. Sebaliknya, promosi yang kuat juga tidak akan berkelanjutan bila produk tidak memberikan nilai dan pengalaman yang sesuai dengan harapan konsumen.

Borden (1964) menggambarkan pemasar sebagai seorang mixer of ingredients, yaitu pihak yang mengombinasikan berbagai unsur pemasaran agar menghasilkan respons pasar yang diharapkan. Gagasan ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran bukan berupa keputusan tunggal, melainkan keselarasan berbagai elemen yang saling mendukung.

McCarthy (1960) mengelompokkan unsur-unsur pemasaran yang kompleks tersebut menjadi empat komponen inti, yaitu produk, harga, tempat atau distribusi, dan promosi. Model 4P memudahkan organisasi menerjemahkan strategi pemasaran ke dalam keputusan yang operasional dan terukur.eprints.bournemouth.ac+1

Kotler dan Keller (2016) menekankan bahwa pemasaran merupakan proses menciptakan, mengomunikasikan, menyampaikan, dan mempertukarkan penawaran bernilai bagi pelanggan. Oleh sebab itu, marketing mix perlu disusun berdasarkan kebutuhan pelanggan, karakteristik pasar sasaran, posisi pesaing, serta kemampuan sumber daya organisasi.