Pelayanan membutuhkan komitmen dari perusahaan untuk
menyediakan pelayanan maksimal kepada konsumen. Kualitas
pelayanan dapat diketahui dengan cara membandingkan persepsi para
konsumen atas pelayanan yang nyata-nyata mereka terima atau
peroleh dengan pelayanan yang sesungguhnya mereka harapkan atau
mereka inginkan terhadap atribut-atribut pelayanan suatu perusahaan.
Hubungan antara produsen dan konsumen menjangkau jauh melebihi
waktu pembelian ke pelayanan purna jual melampaui masa
kepemilikan produk.
Ada beberapa definisi kualitas pelayanan menurut para ahli,
diantaranya:
Menurut Fandi Tjiptono (2014), kualitas pelayanan dapat
diartikan sebagai upaya pemenuhan kebutuhan dan keinginan
konsumen serta ketepatan penyampaiannya dalam mengimbangi
harapan konsumen. Kualitas pelayanan (service quality) dapat
diketahui dengan cara membandingkan persepsi para konsumen atas
pelayanan yang nyata-nyata mereka terima atau peroleh dengan
pelayanan yang sesungguhnya mereka harapkan atau inginkan
terhadap atribut-atribut pelayanan suatu perusahaan. Mengacu pada
pengertian kualitas layanan tersebut maka konsep kualitas layanan
adalah adalah suatu daya tanggap dan realitas dari jasa yang
diberikan perusahaan.Kualitas pelayanan harus dimulai dari
kebutuhan pelanggan dan berakhir pada persepsi pelanggan (Kotler,
2010).
Kualitas pelayanan mengacu pada penilaian-penilaian pelanggan
tentang inti pelayanan, yaitu si pemberi pelayanan itu sendiri atau
keseluruhan organisasi pelayanan, sebagian besar masyarakat
sekarang mulai menampakkan tuntutan terhadap pelayanan prima,
mereka bukan lagi sekedar membutuhkan produk yang bermutu,
tetapi mereka lebih senang menikmati kenyamanan pelayanan .
Menurut Tjiptono (2014) kualitas atau mutu dalam industri jasa
pelayanan: “Suatu penyajian produk atau jasa sesuai ukuran yang
berlaku ditempat produk tersebut diadakan dan penyampaiannya
setidaknya sama dengan yang diinginkan dan diharapkan oleh
konsumen”. Dari definisi di atas bahwa mutu pelayanan berpusat
pada upaya pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen serta
ketepatan penyampaiannya untuk mengimbangi harapan konsumen,
yaitu adanya kesesuaian antara harapan dengan persepsi manajemen,
adanya kesesuaian antara persepsi atas harapan konsumen dengan
standar kerja karyawan, adanya kesesuaian antara standar kerja
karyawan dengan pelayanan yang diberikan, adanya kesesuaian
antara pelayanan yang diberikan dengan pelayanan yang dijanjikan
dan adanya kesesuaian antara pelayanan yang diterima dengan yang
diharapkan dengan konsumen
