Jenis-jenis Teknik Manajemen Laba


Ketepatan teknik manajemen laba tergantung pada tujuannya. Manajer
korporat biasanya menggunakan kebijakan-kebijakan akuntansi dengan tujuan
pemaksimalan laba dan nilai pasar perusahaan. Umumnya kebijakan ini meliputi
masalah pengakuan pendapatan dan beban, estimasi penyisihan piutang tak tertagih
(bad debt allowance), penurunan nilai persediaan, estimasi persentase penyelesaian
proyek kontruksi jangka panjang, dan metode pemilihan penyusutan tertentu.
Namun, Schroeder et al., (2020: 183) mengemukakan bahwa terdapat lima
teknik manajemen laba yang dapat mengancam integritas pelaporan keuangan,
yaitu:

  1. Taking A Bath
    Yaitu melebih-lebihkan penyajikan beban restrukturisasi pada satu waktu untuk
    mengurangi besar aset, yang mana hal ini dapat mengurangi besarnya beban di
    masa depan. Ekspektasinya yaitu agar jika terjadi kerugian pada satu waktu,
    maka kerugian tersebut didiskontokan oleh para analis dan investor yang akan
    lebih fokus pada laba masa depan.
  2. Creative Acquisition Accounting
    Yaitu teknik manajemen laba yang mempunyai tujuan menghindari beban di
    masa depan dengan membebankan biaya riset dan pengembangan dalam proses
    pada satu waktu.
  3. “Cookie Jar” Reserves
    Yaitu melebih-lebihkan penyajian retur penjualan atau biaya garansi di masa
    kinerja perusahaan sedang bagus dan menggunakan nilai lebih saji di masa
    kinerja perusahaan sedang buruk untuk mengurangi beban serupa.
  4. Penyalahgunaan Konsep Materialitas
    Yaitu dengan sengaja mencatat sejumlah kesalahan atau mengabaikan kesalahan
    dalam laporan keuangan dengan asumsi bahwa dampaknya tidak bersifat
    signifikan.
  5. Pengakuan pendapatan yang tidak tepat
    Yaitu mencatat pendapatan sebelum diterima yang terbukti dengan adanya kasus
    penindakan yang dilakukan SEC dan tercatat melibatkan masalah-masalah
    pengakuan pendapatan yang tidak tepat.