Dalam memperoleh dana untuk kepentingan pembiayaan, perusahaan pada
umumnya memiliki beberapa sumber alternatif. Keputusan dalam memilih
alternatif sumber pembiayaan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti
yang dikemukakan oleh (Hery, 2015), yaitu: (1) kemudahan mendapatkan dana,
(2) jumlah dana yang dibutuhkan dan jangka waktu pengembalian dana, (3)
kemampuan perusahaan dalam membayar beban pinjaman, (4) pertimbangan
pajak, (5) dan masalah kendali perusahaan dan pengaruhnya terhadap laba per
lembar saham.
Menurut (Brigham and Houston, 2012), faktor-faktor yang mempengaruhi
rasio Leverage , adalah:
- Stabilitas Penjualan
Suatu perusahaan yang mempunyai earning yang relatif stabil akan dapat
memenuhi keuangannya dibandingkan perusahaan yang tidak stabil
pendapatannya, perusahaan yang mempunyai pendapatan yang tidak stabil dan
tidak dapat diprediksi akan menanggung risiko tidak dapat membayar
angsuran-angsuran hutangnya pada tahun-tahun atau keadaan yang buruk. - Ukuran Perusahaan
Perusahaan yang besar akan lebih berani untuk mengeluarkan saham baru
dalam memenuhi kebutuhannya untuk membiayai pertumbuhan penjualan
dibandingkan dengan perusahaan kecil. - Struktur Aset
Struktur aset perusahaan yang fleksibel akan mudah diperjualbelikan
cenderung akan menggunakan Leverage yang lebih besar daripada
perusahaan dengan struktur aset yang tidak stabil. Dalam suatu perusahaan,
struktur aset akan mempunyai pengaruh terhadap sumber pembelanjaan
dengan beberapa cara, bagi perusahaan yang sebagian besar modalnya
tertanam dalam aset tetap akan mengutamakan pemenuhan kebutuhan
modalnya, berasal dari modal yang permanen, yaitu modal sendiri sedangkan
modal asing sifatnya adalah sebagai pelengkap. - Operating Leverage
Merupakan faktor yang mempengaruhi tingkat risiko bisnis. Artinya bahwa
semakin besar operating Leverage perusahaan, maka semakin besar variasi
keuntungan akibat perubahan dan akan berdampak semakin besar pula risiko
perusahaan. - Tingkat Pertumbuhan Perusahaan
Dikatakan bahwa perusahaan yang tumbuh dengan pesat harus lebih banyak
mengandalkan modal eksternal. Hal ini cukup menjadi alasan karena
perusahaan berkemungkinan dihadapkan oleh adanya biaya emisi saham
biasanya lebih mahal jika dibandingkan dengan biaya pengeluaran obligasi. - Profitabilitas
Perusahaan dengan tingkat pengembalian lebih tinggi atas investasinya lebih
cenderung menggunakan hutang yang relatif kecil, karena perusahaan yang
terkena tarif pajak yang tinggi. Ini berarti bahwa semakin tinggi tarif pajak
perusahaan, semakin besar pula manfaat penggunaan hutang. - Pajak
Bunga merupakan beban yang dapat dikurangi untuk tujuan perpajakan, dan
pengurangan tersebut sangat bernilai tinggi bagi perusahaan yang terkena tarif
pajak yang tinggi. Ini berarti bahwa semakin tinggi tarif pajak perusahaan,
semakin besar pula manfaat penggunaan hutang. - Pengendalian
Pengaruh hutang dan saham terhadap posisi pengendalian manajemen dapat
mempengaruhi Leverage . Akan tetapi pertimbangan pengendalian tidak selalu
menghendaki penggunaan hutang atau ekuitas karena jenis modal yang
memberikan perlindungan terbaik bagi manajemen bervariasi dari situasi ke
situasi yang lain. - Sikap Manajemen
Karena Leverage yang satu akan membuat harga saham lebih tinggi dari
pada struktur modal lainnya, maka manajemen dapat melakukan pertimbangan
sendiri terhadap struktur modal yang tepat. - Kondisi Internal Perusahaan
Kondisi internal perusahaan juga berpengaruh terhadap struktur Leverage
yang ditargetkan. Artinya perusahaan akan memilih kondisi yang tepat untuk
pembiayaan perusahaan apakah melakukan pendanaan dari dalam atau luar
perusahaan. - Fleksibilitas Keuangan
Manajer perusahaan yang baik selalu dapat menyediakan modal yang
diperlukan untuk mendukung operasional perusahaan.
Leverage merupakan penggunaan sumber dana yang berasal dari utang
untuk membiayai aktivitas operasional dan investasi perusahaan. Penggunaan
Leverage dapat memengaruhi kinerja keuangan perusahaan karena utang
menimbulkan kewajiban tetap berupa pembayaran bunga dan pokok pinjaman.
Apabila dana yang diperoleh dari utang dapat digunakan secara efektif untuk
menghasilkan laba, maka Leverage dapat meningkatkan kinerja keuangan
perusahaan. Namun demikian, tingkat Leverage yang terlalu tinggi berpotensi
meningkatkan risiko keuangan dan menurunkan kinerja keuangan apabila
perusahaan tidak mampu menghasilkan laba yang sebanding dengan beban
keuangan yang ditanggung. Dengan demikian, pengelolaan Leverage yang tepat
menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas dan kinerja keuangan perusahaan.
Penelitian terdahulu juga mengkaji pengaruh Leverage terhadap kinerja
keuangan perusahaan. Penelitian yang dilakukan oleh Ningsih & Wuryani (2021)
menunjukkan bahwa Leverage berpengaruh terhadap kinerja keuangan
perusahaan. Hasil penelitian tersebut menjelaskan bahwa penggunaan utang
sebagai sumber pendanaan memiliki implikasi terhadap beban keuangan dan
tingkat pengembalian aset perusahaan. Dengan demikian, tingkat Leverage yang
dikelola secara tepat dapat memengaruhi kinerja keuangan perusahaan secara
signifikan.
