Teori sinyal (signalling theory) pertama kali dikemukakan oleh Spence (1973)
yang menjelaskan bahwa pihak pengirim (pemilik informasi) memberikan suatu
isyarat atau sinyal berupa informasi yang mencerminkan kondisi perusahaan yang
bermanfaat bagi pihak penerima. Teori sinyal adalah suatu tindakan yang diambil
manajemen untuk memberikan petunjuk kepada pemakai laporan keuangan
tentang bagaimana manajemen memandang prospek perusahaan di masa
mendatang. Pengumuman tentang data keuangan dan kondisi perusahaan yang
terdengar akan diolah dan diinterpretasikan menjadi suatu kabar baik (good news)
atau kabar buruk (bad news).
Penggunaan teori sinyal berhubungan dengan profitabilitas atau ROA (Return On
Asset). ROA adalah informasi mengenai laba perusahaan yang dihitung
berdasarkan tingkat pengembalian aset perusahaan. Jika ROA menunjukkan angka
tinggi, maka akan menjadi sinyal yang baik, karena dengan angka ROA yang
menunjukkan angka tinggi maka menginterpretasikan bahwa kinerja keuangan
perusahaan tersebut baik
