Menurut Brigham dan Houston (2015:150) isyarat atau signal adalah suatu
tindakan yang diambil perusahaan untuk memberi petunjuk bagi investor tentang
bagaimana manajemen memandang prospek perusahaan. Sinyal ini berupa
informasi mengenai apa yang sudah dilakukan oleh manajemen untuk
merealisasikan keinginan pemilik. Sinyal dapat berupa informasi yang
menyatakan bahwa perusahaan tersebut lebih baik daripada perusahaan lain
(Ratna dan Zuhrotun, 2006). Informasi yang dikeluarkan oleh perusahaan
merupakan hal yang penting, karena pengaruhnya terhadap keputusan investasi
pihak diluar perusahaan. Informasi tersebut penting bagi investor dan pelaku
bisnis karena informasi pada hakekatnya menyajikan keterangan, catatan atau
gambaran, baik untuk keadaan masa lalu, saat ini maupun masa yang akan
datang bagi kelangsungan hidup perusahaan dan bagaimana efeknya pada
perusahaan.
Integritas informasi laporan keuangan yang mencerminkan nilai
perusahaan merupakan sinyal positif yang dapat mempengaruhi opini investor
dan kreditor atau pihak-pihak lain yang berkepentingan. Signalling theory
menyatakan pengeluaran investasi memberikan sinyal positif tentang
pertumbuhan perusahaan dimasa yang akan datang, sehingga meningkatkan harga
saham sebagai indikator nilai perusahaan (Hasnawati, 2005).
Peningkatan hutang diartikan oleh pihak luar sebagai kemampuan
perusahaan untuk membayar kewajiban di masa yang akan datang atau adanya
risiko bisnis yang rendah, hal tersebut akan direspon secara positif oleh pasar
(Brigham, 2015). Penggunaan dividen sebagai isyarat berupa pengumuman yang
menyatakan bahwa suatu perusahaan telah memutuskan untuk menaikkan dividen
per lembar saham mungkin diartikan oleh penanam modal sebagai sinyal yang
baik, karena dividen per saham yang lebih tinggi menujukkan bahwa perusahaan
yakin arus kas masa mendatang akan cukup besar untuk menanggung tingkat
dividen yang tinggi
