Indikator produktivitas bongkar muat merupakan elemen penting dalam
menilai kinerja operasional di industri pelabuhan. Menurut Naidu et al. (2017),
indikator-indikator ini mencakup berbagai faktor seperti Kerja gang buruh,
kesiapan alat bongkar muat, kecepatan bongkar muat, alat pengangkutan
muatan, jumlah, jenis status dan kondisi muatan, serta factor alam.
Berikut faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas bongkar-muat adalah:
1) Kerja gang buruh (gang output/labour output)
kerja gang buruh (gang output/labour output) dihitung untuk mengetahui
tonase bongkarmuat yang dikerjakan satu gang dalam satu jam kerja (Lasse,
2014). Hasil hitungannya menunjukkan kekuatan dan kecepatan tenaga
kerja melaksanakan bongkar-muat didukung keterampilan, peralatan bantu,
dan karakteristik muatan;
2) Kesiapan alat bongkar muat
kesiapan alat bongkar muat dalam kegiatan bongkar-muat agar berjalan
secara efektif dan efisien;
3) Kecepatan bongkar muat
Kecepatan bongkar muat diukur melalui perhitungan ship output per waktu
pelayanan kapal (Lasse, 2014). Dimensi ship’s output yang digunakan
adalah tonase bongkar muat per waktu kerja kapal, tonase bongkar muat per
waktu kapal di dermaga, dan tonase bongka muat per waktu kapal di
pelabuhan;
4) Alat pengangkut muatan (trucking)
Alat pengangkut muatan (trucking) merupakan alat berat yang digunakan
untuk kegiatan bongkar muat dari kapal langsung keatas truk atau rel yang
ditangani khusus oleh tenaga profesional dengan memperhatikan segi
keamanan dan keselamatan kapal, barang dan manusia (operator);
5) Jumlah, jenis, status dan kondisi muatan
Jumlah, jenis, status dan kondisi muatan yang bermacam seperti jenis
muatan yang terdapat di dalam palka (general cargo, muatan curah kering
atau basah), jumlah dan kemasan muatan yang terdapat dalam palka (dalam
satuan kubik, ton, bundles, bag, drum, cartoon), status muatan (langsung
atau pindahan/’transhipment), dan sifat muatan (berbahaya atau berharga);
dan
6) Faktor Alam (Cuaca)
faktor alam (cuaca) dapat berubah secara tibatiba, namun hal tersebut
merupakan fenomena alam yang tak dapat dicegah dan diatasi oleh
kemampuan manusia.
