Menurut Rizzo dan Lirtzman (2017:3), konflik peran diukur menggunakan
indikator-indikator sebagai berikut:
- Sumber Daya Manusia
Setiap individu bekerja dengan cara yang berbeda dan beberapa menerima tugas
tanpa bakat yang cukup untuk menyelesaikannya. - Mengesampingkan Aturan
Mengesampingkan peraturan yang ada supaya bisa menuntaskan tugas dan
menerima permintaan dua pihak atau lebih yg tidak sinkron satu sama lain. - Kegiatan Yang Tidak Perlu
Pekerjaan yang dapat diterima oleh satu pihak tetapi tidak bagi pihak lain, dan
kegiatan yang sebenarnya tidak menjadi prioritas. - Instruksi Yang Ambigu
Penjelasan tentang pekerjaan yang tidak jelas atau adanya perbedaan antara
penjelasan dengan pelaksanaan pekerjaan yang seharusnya.
