Kepuasan kerja sangat penting bagi karyawan untuk
menumbuhkan rasa senang dalam bekerja. Kepuasan kerja dapat diukur
melalui berbagai indikator. Menurut Crow et al. (2012), indikator
tersebut meliputi variasi tugas, manfaat dari tugas, umpan balik,
kesempatan promosi, kenaikan jabatan, kenyamanan ruang kerja, dan
interaksi sosial. Selanjutnya, Erdiansyah (2016) menyatakan bahwa
indikator yang dapat digunakan untuk mengukur kepuasan kerja
mencakup efisiensi kerja, kualitas kerja, disiplin kerja, standar kerja, dan
kompetensi. Akbar et al. (2022) juga menambahkan bahwa indikator
kepuasan kerja meliputi kepuasan terhadap gaji, pekerjaan itu sendiri,
rekan kerja, kesempatan promosi, dan pengawasan kerja.
Selain itu, indikator kepuasan kerja yang dikemukakan oleh
Edward Lawler dalam Azhari (2020) disebut juga teori kesetaraan atau
Equity Model Theory yakni teori yang menjelaskan kepuasan dan
ketidakpuasan dengan pembayaran, kondisi kerja, perbedaan antara
jumlah yang diterima dengan jumlah yang dipersepsikan oleh karyawan
lain, dalam teorinya Edward membagi kepuasan menjadi 3 dimensi:
- Memenuhi Kebutuhan Dasar Karyawan
Kebutuhan yang menunjang kebutuhan sehari-hari. Memenuhi
kebutuhan yang menunjang aktivitas keseharian dalam bekerja yang
menjadi dasar karyawan tersebut melakukan kerja, seperti dengan
pemberian kompensasi yang sesuai. Indikator untuk mengukurnya
adalah:
a. Gaji yang sesuai
b. Bonus yang sesuai
c. Mendapat Penghargaan - Memenuhi Harapan Karyawan
Pemberian rasa aman dalam bekerja, membina hubungan antar
rekan kerja yang baik dan pemberian pekerjaan yang sesuai dengan
jabatan, sehingga mungkin tidak mau pindah kerja ketempat lain.
Indikator untuk mengukurnya adalah:
a. Rasa nyaman dengan ruang kerja
b. Ketersedian peralatan yang memadai
c. Hubungan yang baik antar karyawan
d. Pekerjaan yang sesuai dengan jabatan - Memenuhi keinginan karyawan dengan mendapat lebih dari apa yang
diinginkan karyawan
Mendapatkan kesempatan dalam pemberian saran, mempunyai
kesempatan yang sama dalam meningkatkan karir dan mendapatkan
penghargaan yang lebih dari kinerjanya. Indikator untuk
mengukurnya adalah:
a. Dapat memberikan saran pada organisasi
b. Mempunyai kesempatan untuk belajar
c. Mempunyai kesempatan yang sama dalam meningkatkan karir
