Menurut Mangkunegara, (2001) indikator dari Kinerja Pegawai
adalah sebagai berikut:
1) Kualitas Kerja
Merujuk pada hasil yang dicapai oleh seorang pegawai yang dapat
dilihat dari segi ketepatan, ketelitian, serta kerapihan.
2) Kuantitas Kerja
Merupakan jumlah yang diperoleh dari hasil kerja yang dapat
dicapai jika dilihat dari segi keluaran atau hasil tugas rutinitas serta
kecepatan dalam menyelesaikan pekerjaannya.
3) Tanggung Jawab
Dapat dinyatakan dengan seberapa besar pegawai dalam menerima
dan melaksanakan pekerjaan yang telah ditentukan.
4) Sikap
Merupakan cara untuk bisa menempatkan atau memposisikan
dirinya sendiri yang berkaitan dengan jalan pikiran atau perilaku
yang ditunjukkan oleh setiap pegawai.
Menurut Bernardin dan Russel, (2003) indikator dari Kinerja
Pegawai adalah sebagai berikut:
1) Quantity (Kuantitas)
Merupakan suatu produksi yang dihasilkan dan dapat ditunjukkan
dalam satuan mata uang, jumlah unit, maupun jumlah siklus dari
kegiatan atau pekerjaan yang telah diselesaikan.
2) Quality (Kualitas)
Merupakan suatu tingkatan dimana suatu proses atau hasil penyelesaian
suatu pekerjaan yang dapat dikatakan sudah mendekati dari kata
sempurna.
3) Timeliness (Ketepatan Waktu)
Merupakan suatu hasil yang dapat dicapai dan diselesaikan oleh
pegawai pada waktu yang telah ditetapkan. Selain itu, ketepatan waktu
ini juga memiliki makna untuk dapat memaksimalkan waktu yang
tersedia dengan jumlah pekerjaan yang ada.
4) Cost Effectiveness (Efektivitas Biaya)
Merupakan tingkatan pada lingkup organisasi, seperti manusia;
keuangan; teknologi; serta bahan baku yang tersedia dapat
dimaksimalkan untuk memperoleh keuntungan yang paling tinggi serta
dapat mengurangi adanya kerugian yang dapat timbul dari sumber daya
yang ada didalam organisasi.
5) Interpersonal Impact (Hubungan antar Perseorangan)
Merupakan suatu hubungan antar seorang pegawai untuk dapat
mengembangkan perasaan saling menghargai, serta dapat saling
bekerja sama dengan pegawai lainnya dan juga atasan.
