Menurut Hutagalung (2020:10) merumuskan beberapa metode
pelatihan kerja antara lain on job training method dan Off the job
method, berikut uraian dari metode tersebut :
1) On Job Training Method
Metode ini merupakan metode yang sering digunakan oleh
organisasi ataupun perusahaan-perusahaan terutama di Indonesia.
Berikut merupakan cara-cara dalam melaksanakan metode On Job
Training, antara lain :
a) Rotasi Pekerjaan
Rotasi kerja ini merupakan perpindahan karyawan
dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya dengan intensitas
pekerjaan yang berbeda. Karyawan yang mendapatkan
kesempatan rotasi ini akan mendapatkan pengetahuan baru
mengenai jobdesc barunya. Tujuan dilakukannya metode ini
yaitu untuk memberikan pemahaman kepada karyawan
untuk lebih menghargai dan terlibat pekerjaan yang
dilakukan oleh karyawan lain yang berbeda jobdesc.
b) Coaching
Coaching adalah bentuk pelatihan dimana peserta
pelatihan mendapatkan bimbingan dari seorang supervisor
yang berperan sebagai pembimbing. Supervisor ini
memberikan umpan balik terhadap kinerja peserta pelatihan
dan memberikan saran-saran untuk perbaikan.
c) Instruksi Kerja
Metode ini disebut juga sebagai pelatihan yang
berjenjang, maksudnya adalah peserta pelatihan akan
diberikan pengetahuan mengenai proses pelaksanaan
pekerjaan yang baik dan teratur sesuai SOP atau standar yang
berlaku dengan mempraktikannya langsung.
d) Penugasan Komite
Dengan menggunakan metode ini, sekelompok
peserta pelatihan diberikan tugas untuk memecahkan
masalah nyata dalam organisasi. Para peserta bekerja sama
dalam mencari solusi dan mengembangkan kerja tim.
2) Off Job Training Method
Pada metode pelatiahan ini karyawan akan dihadapkan
dengan kemungkinan-kemungkinana dari tantangan pekerjaan di
masa yang akan datang. Berikut merupakan cara-cara penerapan
metode ini, antara lain :
a) Pelatihan Vestibule
Metode ini sama halnya seperti simulasi situasi kerja,
tetapi dilakukan di suatu kelas pelatihan degan
menggunakan peralatan penunjang pekerjaannya langsung.
b) Bermain Peran (Role Play)
Bermain Peran merupakan metode pelatihan yang
dimana karyawan diberikan kesempatan untuk memainkan
situasi yang mungkin terjadi di lingkungan kerja.
Keterampilan utama yang sering kali dilatih melalui
permainan peran ini adalah negosiasi dan kerja tim. Dalam
permainan peran, biasanya melibatkan dua orang yang
memainkan peran dalam mensimulasikan suatu masalah
yang dapat terjadi di tempat kerja. Hal ini bisa dilakukan
dalam bentuk pasangan di antara mereka atau melalui peran
ganda di hadapan kelompok atau kelas.
Metode ini seringkali tidak disukai peserta pelatihan
dikarenakan peserta merasa kurang percaya diri dan malu
untuk tampil di depan banyak orang untuk mempraktikan
secara langsung.
c) Metode Perkuliahan
Pada metode ini instruktur menyusun materi dan
memaparkannya kepada peserta kelompok dalam bentuk
penyampaian lisan.
d) Self Directed Learning
Pada pelatihan ini peserta akan diberikan kesempatan
untuk berimprovisasi dalam merancang dan merencanakan
proses pekerjaannya masing masing.
e) Business Game
Permainan bisnis atau business game merupakan
metode pelatihan dengan mensimulasikan kondisi pekerjaan
yang ril di perusahaan dalam berbentu game. Pelatihan ini
melibatkan seluruh karyawan dengan tujuan untuk
memunculkan ide-ide kreatif dari karyawan sehingga
membantu manajer dalam menemukan inovasi dalam
membuat alur kerja yang menyenangkan.
f) Discuss
Diskusi ini merupakan metode pelatihan dengan
melibatkan seluruh kelompok jajaran karyawan terkait untuk
saling bertukar pikiran dalam menemukan solusi yang
menghasilkan kesimpulan yang nantinya akan dipakai dalam
alur kerja perusahaan tersebu
