Menurut Robbins (2016), indikator kinerja berperan sebagai sarana untuk
menilai sejauh mana karyawan mencapai kinerjanya. Beberapa indikator yang
dapat digunakan untuk mengevaluasi kinerja karyawan mencakup: (1) Kualitas
Kerja; (2) Kuantitas; (3) Ketepatan Waktu; (4) Efektivitas; dan (5)
Kemandirian.
Penilaian terhadap kualitas kerja karyawan dapat diperoleh melalui
pandangan karyawan terhadap hasil pekerjaan yang dihasilkan serta tingkat
kesempurnaan pelaksanaan tugas sesuai dengan keterampilan dan kemampuan
yang dimiliki oleh karyawan. Evaluasi terhadap kualitas kerja dapat tercermin
dari sejauh mana kinerja karyawan dalam menyelesaikan tugas dan seberapa
baik karyawan menggunakan keterampilan dan kemampuannya dalam
melaksanakan pekerjaan yang diberikan.
Kuantitas, merujuk pada jumlah hasil pekerjaan yang dihasilkan dan
dinyatakan dalam bentuk unit atau siklus aktivitas yang berhasil diselesaikan.
Artinya, evaluasi kuantitas kinerja karyawan dapat diukur melalui jumlah
pekerjaan yang berhasil diselesaikan, baik dalam bentuk unit atau siklus
aktivitas. Sebagai contoh, performa seorang karyawan dapat dinilai dari
seberapa cepatnya dia menyelesaikan tugasnya dan mencapai target jumlah
(baik dalam unit atau siklus) sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan
oleh perusahaan.
