Tolak Ukur Keberhasilan Kerja


Menurut pandangan Rusdy A. Rifai (2009:306), tolak ukur kinerja dapat
diuraikan melalui beberapa dimensi yang mencakup berbagai aspek kritis.
Pertama-tama, aspek kuantitas menjadi fokus utama, mengukur sejauh mana
target kerja yang diinginkan dapat dicapai jika dibandingkan dengan jumlah
aktual yang berhasil tercapai. Sementara itu, dimensi kualitas menjadi
penilaian terhadap seberapa baik mutu hasil kerja yang diinginkan mampu
dicapai dalam kenyataannya.
Selain itu, aspek biaya juga menjadi pertimbangan penting dalam menilai
kinerja, melibatkan analisis biaya alokasi yang diperlukan hingga mencapai
target sasaran. Waktu yang diperlukan juga menjadi tolak ukur yang signifikan,
mengevaluasi berapa lama waktu yang ditempuh agar sasaran kerja dapat
berhasil dicapai. Terakhir, keselamatan kerja dianggap sebagai aspek kinerja
yang krusial, memastikan bahwa aspek keselamatan dan kesehatan kerja
dipertimbangkan dengan serius oleh para pegawai.