Menurut Wibowo (2014:271), kompetensi adalah suatu
kemampuan untuk melaksanakan atau melakukan suatu pekerjaan atau
tugas yang dilandasai atas keterampilan dan pengetahuan serta didukung
oleh sikap kerja yang dituntut oleh pekerjaan tersebut.
Kompetensi adalah karakteristik atau perilaku spesifik seseorang
dalam hal pengetahuan, keterampilan, motif, nilai dan konsep diri yang
memungkinkannya bekerja lebih efektif, unggul, dan sukses daripada yang
lain kompetensi dapat
diamati, diverifikasi, secara logis, digunakan sebagai referensi, dapat
diandalkan, dan terkait dengan fungsi pekerjaan (Woods, 2010; Mills,
2006; Gupta, 2012; Jackson et. Al, 2011). Menurut Boyatzis (2008)
kompetensi dapat dikembangkan melalui pelatihan. Kompetensi sebagai
syarat untuk pemenuhan tugas (job demand), baik secara keseluruhan
maupun sebagian harus dimiliki oleh seorang karyawan dalam
menjalankan tugasnya. Jika tidak cukup maka kompetensi ini bisa
dikembangkan melalui pelatihan atau cara pengembangan kapasitas
lainnya. (Subari Subari dan Hanes Riady, 2015)
Menurut Moeheriono (2009:3) dalam Phitsa Mauliana (2015),
mengemukakan bahwa kompetensi adalah karakteristik yang mendasari
seseorang berkaitan dengan efektifitas kinerja individu dalam
pekerjaaannya atau karakteristik dasar individu yang memiliki hubungan
kausal atau sebagai sebab-akibat dangan kinerja yang dijadikan acuan,
efektif atau kinerja prima atau superior di tempat kerja atau pada situasi
tertentu. Pembentuk kompetensi berasal dari dalam diri individu ataupun
melalui proses pembentukan kompentensi.
