Stress kerja.


Stress kerja adalah perasaan tertekan yang merupakan konsekuensi dalam menghadapi
pekerjaan yang mempengaruhi proses berpikir dan kondisi seseorang. Perempuan bekerja
tidak jarang merasakan kondisi psikologis berupa perasaan bersalah karena telah
meninggalkan keluarga untuk urusan-urusan pekerjaan. Keadaan ini akan mengganggu
pikiran dan mental pegawai wanita ketika bekerja.
Pada umumnya, stress merupakan kondisi negatif dari seseorang yang mengarah ke
timbulnya penyakit fisik atau mental lalu mengarah ke perilaku yang tidak wajar.
Menurut Frayne dan Geringer (dalam Kreitner dan Kinicki; 2015), menjelaskan bahwa
stresss dipandang positif karena dengan adanya stress, seorang pegawai bisa bekerja
dengan lebih baik demi mencapai apa yang diinginkannya (misalkan: pegawai yang ingin
naik jabatan lebih tinggi). Stresss dipandang negatif karena memberikan dampak yang
negatif pula bagi perilaku ketidakhadiran pegawai, penyakit jantung koroner, infeksi yang
disebabkan karena virus hingga berhentinya pegawai/keluar dari organisasi. Terkait
dengan stress kerja ini ada berbagai sumber penyebabnya seperti dikatakan oleh Handoko
(2018) yang membagi menjadi dua sebagai berikut :
1) Stresss on the job : dengan penyebabnya antara lain adalah beban kerja yang berlebihan;
tekanan atau desakan waktu; kualitas supervisi yang jelek; iklim politis yang tidak
aman; umpan balik tentang pelaksanaan kerja yang tidak memadai; wewenang yang
tidak mencukupi untuk melaksanakan tanggung jawab; kemenduaan peran; frustasi;
konflik antar pribadi dan antara kelompok; perbedaan antara nilai-nilai perusahaan
dan karyawan.
2) Stresss of the job : yang disebabkan antara lain kekuatan finansial; masalah-masalah
yang berkaitan dengan anak; masalah-masalah perkawinan; dan masalah pribadi lainnya.
Selanjutnya Robbins (2018) memaparkan survei yang dilakukan secara konsisten yang
telah menunjukkan bahwa orang menganggap hubungan pribadi dan keluarga sebagai
suatu yang sangat berharga.Selain dari masalah ekonomi, ternyata masalah hubungan
seperti kesulitan dalam pernikahan, retaknya hubungan dan kesulitan mendisiplinkan
anak juga dapat menciptakan stresss kerja dan bisa terbawa ke tempat kerja.
Berdasarkan teori di atas menunjukkan bahwa stress kerja dapat diartikan sebagai
tanggapan atau respon berupa perasaan tertekan terhadap tuntutan yang timbul sehingga
menimbulkan reaksi tertentu berupa dampak positif maupun negative.