Dalam suatu organisasi penilaian kinerja merupakan mekanisme penting bagi
manajemen untuk digunakan dalam menjelaskan tujuan, dan standar kinerja, serta
memotivasi kinerja individu secara berkelanjutan (Simamora, 2016).Untuk mengetahui baik
atau buruk kinerja maka perlu dilakukan penilaian kinerja, yang pada dasarnya penilaian
kinerja merupakan faktor kunci guna mengembangkan suatu organisasi secara efektif dan
efisien.Zweig dalam Prawiro (2015), menyatakan bahwa penilaian kinerja adalah proses
penilaian hasil kerja yang akan digunakan oleh pihak manajemen untuk memberi informasi
kepada para pegawai secara individual, tentang mutu hasil pekerjaannya dipandang dari
sudut kepentingan perusahaan.dalam hal ini, seorang pegawai harus diberitahu tentang hasil
pekerjaannya, dalam arti baik, sedang atau kurang. Pegawai akan terdorong untuk
berperilaku baik atau memperbaiki serta mengikis kinerja (prestasi) dibawah standard.
Penilaian kinerja adalah proses dimana organisasi mengawasi pelaksanaan kerja
individu pegawai (Simamora, 2016). Sedangkan menurut Dessler (2016) penilaian kinerja
yaitu memberikan umpan balik kepada pegawai dengan tujuan memotivasi pegawai untuk
menghilangkan kemerosotan kinerja atau berkinerja lebih baik lagi.Pegawai menginginkan
dan memerlukan umpan balik berkenaan dengan prestasi mereka, dan penilaian menyediakan
kesempatan untuk memberikan umpan balik kepada mereka.Jika kinerja tidak sesuai dengan
standar, maka penilaian memberikan kesempatan untuk meninjau kemajuan pegawai, dan
untuk menyusun rencana peningkatan kinerja.Menurut Simamora (2006) Umpan balik
penilaian kinerja memungkinkan pegawai mengetahui seberapa baik mereka bekerja jika
dibandingkan dengan standar organisasi.
Adapun indikator dari kinerja pegawai menurut Bernadine (dalam Mas’ud, 2017) adalah
sebagai berikut:
a. Kualitas
Tingkat dimana hasil aktivitas yang dilakukan mendekati sempurna, dalam arti
menyesuaikan beberapa cara ideal dari penampilan aktivitas ataupun memenuhi tujuan
yang diharapkan dari suatu aktifitas.
b. Kuantitas
Jumlah yang dihasilkan dalam istilah jumlah unit, jumlah siklus aktivitas yang
diselesaikan.
c. Ketepatan Waktu
Tingkat suatu aktivitas diselesaikan pada waktu awal yang diinginkan, dilihat dari sudut
koordinasi dengan hasil output serta memaksimalkan waktu yang tersedia untuk aktivitas
lain.
d. Efektivitas
Tingkat penggunaan sumber daya manusia organisasi dimaksimalkan dengan maksud
menaikkan keuntungan atau mengurangi kerugian dari setiap unit dalam penggunaan
sumber daya.
e. Kemandirian
Tingkat dimana seorang pegawai dapat melakukan fungsi kerjanya tanpa minta bantuan
bimbingan dari pengawas atau meminta turut campurnya pengawas untuk menghindari
hasil yang merugikan.
