Brand image menurut American Marketing Association dikatakan sebagai
bentuk refleksi cerminan dari suatu brand personality merek yang dikonsumsi,
sehingga brand image merupakan suatu hal yang dipercayai konsumen terhadap brand
yang digambarkan melalui pikiran, perasaan dan harapan mereka (Fitrianna &
Aurinawati, 2020). Brand image adalah sekumpulan keyakinan, ide, kesan, dan
persepsi dari seseorang, suatu komunitas, atau masyarakat tentang suatu brand (Huda,
2020).
Menurut Kotler (2012) dalam (Suryani & Rosalina, 2019), brand image
merupakan pemahaman konsumen mengenai merek secara keseluruhan, kepercayaan
konsumen terhadap suatu merek tertentu dan bagaimana konsumen memandang suatu
merek. Adanya brand image akan membantu konsumen dalam mengingat produk
tersebut. Menurut Setiadi dan Ngatno (2015) dalam (Aulianda, 2020), brand image
merupakan keseluruhan persepsi terhadap suatu merek yang dibentuk dengan
memproses informasi dari berbagai sumber setiap waktu.
Kotler (2007:332) dalam (Sterie et al., 2019) mendefinisikan brand image
adalah nama, istilah, tanda, simbol rancangan, atau kombinasi dari semuanya yang
dimaksudkan untuk mengidentifikasi barang atau jasa penjual atau kelompok penjual
dan untuk mendiferensiasikannya dari barang atau jasa pesaing. Perusahaan akan terus
melakukan berbagai upaya untuk mempertahankan citra merek (brand image) yang
mereka miliki diantaranya inovasi teknologi keunggulan yang dimiliki produk
tersebut, penetapan harga yang bersaing, dan melakukan promosi yang tepat sasaran
(Miati, 2020).
Setiadi (2003) dalam (Junior et al., 2019) berpendapat: Brand Image mengacu
pada skema memori akan sebuah merek, yang berisikan interpretasi pelanggan atas
atribut, kelebihan, penggunaan, situasi, para pengguna, dan karakteristik pemasar
dan/atau karakteristik pembuat dari produk/merek tersebut. Menurut Kotler
(2005:201) dalam (Kurniawati et al., 2019), brand image adalah seperangkat
keyakinan, ide, dan kesan yang dimiliki oleh seseorang terhadap suatu merek. Citra
merek (brand image) merupakan serangkaian sifat tangible dan intangible, seperti ide,
keyakinan, nilai-nilai, kepentingan, dan fitur yang membuatnya menjadi unik (Labesi,
2019).
Menurut Keller (1998, p. 93) dalam (Chandra & Santoso, 2019), “Brand image
can be defined as a perception about brand as reflected by the brand association held
in consumer memory”. Artinya citra merek adalah persepsi tentang merek yang
digambarkan oleh asosiasi merek yang ada didalam ingatan konsumen
