(Sofiyatuzzahro et al.,2021) menemukan bahwa brand image merupakan
sekumpulan asumsi yang ada didalam benak konsumen terhadap suatu merek yang
terbentuk dari berbagai informasi dari berbagai sumber. Indikator yang digunakan
dalam mengukur brand image menurut (Azhari & Fachry, 2020), yakni Menurut
(Nurhalim, 2020) sebuah brand image akan dibangun berdasarkan pengalaman dan
informasi yang diterima oleh konsumen selama memakai produk tersebut. Konsumen
yang sudah memiliki tingkat citra atau kesan yang tinggi pada suatu merek,
cenderung akan lebih loyal atau:
1) Pengakuan (Recognition), tingkat dikenalnya sebuah merek oleh konsumen.
Jika sebuah merek tidak dikenal, maka produk dengan merek tersebut harus
dijual dengan mengandalkan harga yang murah (logo, atribut).
2) Reputasi (Reputation), tingkat atau status yang cukup tinggi bagi sebuah
mereka karena lebih terbukti memiliki track record yang baik.
3) Keunggulan produk (Affinity), suatu emosional relationship yang timbul antara
sebuah merek dengan konsumennya. Produk dengan merek yang disukai oleh
konsumen akan lebih mudah dijual dan produk dengan memiliki persepsi
kualitas yang tinggi akan memiliki reputasi yang baik.
4) Domain, menyangkut seberapa besar scope dari suatu produk yang mau
menggunakan merek yang bersangkutan. Domain ini mempunyai hubungan
yang erat dengan scale of scope.
