Pengertian Minat Beli


Menurut Kotler & Keller (2016:137) berpendapat bahwa minat beli
merupakan salah satu jenis perilaku konsumen yang terjadi sebagai respon yang
muncul terhadap objek yang menunjukan keinginan konsumen untuk membeli
sesuatu. Minat beli merupakan bagian dari elemen perilaku dalam sikap
konsumen. Sementara menurut Schiffman & Kanuk (2015:228) berpendapat
bahwa minat beli merupakan penjelasan dari sikap seseorang terhadap objek yang
sangat cocok untuk mengukur perilaku produk, jasa, atau merek tertentu.
Menurut Priansa (2017:164) minat beli merupakan sesuatu yang
berhubungan dengan rencana konsumen untuk membeli suatu produk tertentu
serta banyaknya unit produk yang dibutuhkan pada periode tertentu. Menurut
Rahima (2018) minat beli konsumen pada dasarnya merupakan faktor pendorong
dalam membeli suatu produk. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi
timbulnya minat beli pada konsumen sebagai berikut:
a. Dorongan dari diri sendiri (individu), Dorongan akan keingintahuan yang
membangkitkan rasa ingin belajar, membaca, dan melakukan penelitian lain.
b. Motif Sosial, dapat membangkitkan minat untuk melakukan aktivitas tertentu.
Misalnya minat dalam hal berpakaian karena ingin mendapatkan persetujuan
atau penerimaan dan perhatian orang lain.
c. Faktor Emosional, Minat yang berhubungan dengan dengan emosi. Misalnya
ketika minat tersebut mendapatkan kesuksesan maka akan mempertahankan
minat tersebut dan jika sebaliknya bila mendapatkan kegagalan maka akan
berhenti melakukan minat tersebut.
Ada beberapa perbedaan antara pembelian aktual dan minat beli. Jika
pembelian aktual adalah pembelian aktual oleh konsumen, maksud pembelian
adalah niat untuk membeli pada kesempatan di masa depan. Meskipun pembelian
belum tentu terjadi di masa depan, pengukuran niat beli biasanya dilakukan untuk
memaksimalkan prediksi dari pembelian sebenarnya itu sendiri.
Minat beli yang dihasilkan menimbulkan motivasi yang selalu tersimpan
dalam ingatannya dan pada akhirnya terwujud dalam ingatannya ketika
konsumen harus memenuhi kebutuhannya. Pengukuran tingkat bunga pembelian
biasanya dilakukan untuk memaksimalkan prediksi dari pembelian sebenarnya itu
sendiri. Terdapat perbedaan antara pembelian aktual dan minat pembelian. Bila
pembelian aktual adalah pembelian yang benar dilakukan oleh konsumen, maka
minat pembelian adalah niat untuk melakukan pembelian pada kesempatan
mendatang.