Keputusan pembelian tidak terpisahkan dari bagaimana sifat
seorang konsumen (consumer behavior) sehingga masing-masing
konsumen memiliki kebiasaan yang berbeda dalam melakukan
pembelian, Kotler & Armstrong (2016:188) mengemukakan
keputusan pembelian memiliki dimensi sebagai berikut:
- Pilihan produk
Konsumen dapat mengambil keputusan untuk membeli sebuah
produk atau menggunakan uangnya untuk tujuan yang lain.
Dalam hal ini perusahaan harus memusatkan perhatiannya
kepada orang-orang yang berminat membeli sebuah produk serta
alternatif yang mereka pertimbangkan. - Pilihan merek
Konsumen harus mengambil keputusan tentang merek nama
yang akan dibeli setiap merek memiliki perbedaan tersendiri.
Dalam hal ini perusahaan harus mengetahui bagaimana
konsumen memilih sebuah merek. - Pilihan penyalur
Konsumen harus mengambil keputusan tentang penyalur mana
yang akan dikunjungi. Setiap konsumen berbeda-beda dalam hal
menentukan penyalur bisa dikarenakan faktor lokasi yang dekat,
harga yangmurah, persediaan barang yang lengkap, kenyamanan
dalam belanja, keluasan tempat dan lain-lain. - Waktu pembelian
Keputusan konsumen dalam pemilihan waktu pembelian bisa
berbeda-beda misalnya ada yang membeli setiap hari, satu
minggu sekali, dua minggu sekali dan lain sebagainya. - Jumlah pembelian
Konsumen dapat mengambil keputusan tentang seberapa banyak
produk yang akan dibelanjakan pada suatu saat. Pembelian yang
dilakukan mungkin lebih dari satu. Dalam hal ini perusahaan
harus mempersiapkan banyaknya produk sesuai dengan
keinginan yang berbeda-beda. - Metode pembayaran
Konsumen dapat mengambil keputusan tentang metode
pembayaran yang akan dilakukan dalam pengambilan keputusan
menggunakan produk atau jasa. Saat ini keputusan pembelian
dipengaruhi oleh tidak hanya oleh aspek lingkungan dan
keluarga, keputusan pembelian juga dipengaruhi oleh teknologi
yang digunakan dalam transaksi pembelian.
