Pelanggan sering menggunakan berbagai dimensi untuk mengevaluasi
kualitas produk. Dimelnsi kualitas produk terbagi menjadi delapan (Tjiptono,
2008), yaitu sebagai berikut:
- Hasil Produk (Perfomance) Pengoperasian karakter barang intgi
yangg digbeli dalam cara di mana suatu produk bekerja sehingga
pengguna dapat memanfaatkannya secara maksimal, sehingga
pengguna dapat memperoleh hasil maksimal dari produk yang
mereka gunakan. - Keistimewaan (Feature) Berdampingan dengan produk utama.
Fitur tambahan produk juga dapat digunakan untuk
membedakannya dari produk lain. Kepuasan pelanggan juga dapat
dipengaruhi oleh fitur yang diawetkan. - Keandalan (Realibility) Kepuasan konsumen terhadap suatu produk
ditentukan oleh rendahnya kemungkinan produk tidak terpakai atau
rusak serta resiko kerusakan produk. Tingkat kepuasan yang
dialami pelanggan menurun secara proporsional dengan tingkat
risiko yang mereka ambil sehubungan dengan produk tersebut. - Kesesuaian dengan spesifikasi (Conformance to Specfication)
Mutu serta kinerrja barang penuhi persyaratan. Secara teori,
terdapat persyaratan ataupun standar buat tiap produk. ciri desain
operasional yang penuhi kriteria yang sudah didetetapkan. - Daya Tahan (Durability). Energi Tahan biasanya mengacu dalam
produk nan bisa disantap di masa era nan laama. - Kegunaan (Serviceability) Mencakup kelancaran, daya, keamanan,
gampang dirrparasi dan penindakan keluhkesah nan
menguntungkan. - Estetika (Aesthetics) Barang nan menarik bagi panca indera.
Pembeli terikat pada suatu barang saat mengetahui penampilan
awaal darii barang tersebuut. - Kualitas yang Dirasakan (Perceived Quality) kesan yang dialami
pembeli kepada mutu barang. Ukuran mutu ini berkaitan dengan
anggapan pembeli terhadap mutu barang ataupun merk.
