Keputusan Pembelian


Menurut Yusuf, et al. (2020) menyatakan bahwa keputusan pembelian
merupakan sebuah pendekatan penyelesaian masalah pada sebuah kegiatan manusia
dalam membeli suatu produk guna memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen.
Keputusan merupakan pemilihan dari dua atau lebih alternatif pilihan, artinya untuk
mengambil sebuah keputusan harus terdapat pilihan lain, sebaliknya jika konsumen
tidak memiliki alternatif lain untuk memilih maka tidak dapat dikategorikan sebagai
pengambilan keputusan (Jaelani, 2018). Sedangkan menurut Lubis (2018) keputusan
pembelian merupakan tahap dari evaluasi para konsumen menyusun dari beberapa
peringkat barang dalam barang pilihannya, yang dimana tahap evaluasi itu akan
menimbulkan hasrat pembelian, sehingga para konsumen akan membeli barang yang
disukainya. Pentingnya sebuah keputusan pembelian bagi para konsumen adalah
untuk mengetahui produk apa yang akan di beli dari evaluasi beberapa pilihan
alternatif produk yang tersedia. Menurut Kotler, et al. (2022, p. 91-97) keputusan
pembelian tersebut memiliki beberapa indikator, yaitu:
1) Pengenalan masalah, yaitu pada tahap pertama ini konsumen menyadari sebuah
masalah akan kebutuhan konsumen, pada bagian ini pemasar harus tau apa yang
dibutuhkan konsumen dan yang di inginkan dengan mencari tau dari beberapa
konsumen.
2) Pencarian informasi, yaitu pada tahap kedua ini konsumen terdorong untuk
mencari sebuah informasi mengenai produk tersebut sesuai dengan kebutuhan
yang diinginkannya, informasi mengenai produk tersebut melalui berbagai macam
yaitu, social media, teman dan keluarga.
3) Evaluasi alternatif, yaitu pada tahap ketiga ini konsumen akan dihadapkan pada
beberapa pilihan produk yang akan dibeli. Disini konsumen akan mengevaluasi
dari produk yang akan dibeli yaitu konsumen akan mencari produk yang
diinginkan dan dibutuhkan, lalu konsumen akan melihat manfaat yang diberikan
produk tersebut, serta konsumen akan menilai perbedaan produk satu dengan yang
lainnya dalam memenuhi kebutuhan konsumen.
4) Keputusan membeli, yaitu pada tahap evaluasi konsumen benar-benar menilai
produk mana yang sesuai dengan kebutuhan nya, lalu konsumen memiliki niat
untuk membeli produk tersebut yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan nya
sehingga konsumen memutuskan pembelian.
5) Perilaku pasca pembelian, yaitu konsumen akan menilai sendiri sebuah produk
yang dibeli setelah melakukan pembelian, setelah konsumen menggunakan produk
tersebut dan mereka merasa puas dan terdapat kesan yang positif maka konsumen
akan melakukan pembelian ulang tetapi jika konsumen tidak merasa puas dan
tidak sesuai harapan maka konsumen tidak akan membeli kembali produk tersebut.