Tingkatan strategi


Menurut Hunger dan Wheelen (2003:24), perusahaan bisnis multidivisional yang
besar, biasanya memiliki tiga level strategi, yaitu korporasi, bisnis dan fungsional.
a. Strategi korporasi
Strategi di tingkat korporasi menggambarkan arah perusahaan secara
keseluruhan mengenai sikap perusahaan secara umum terhadap arah
pertumbuhan dan manajemen berbagai bisnis dan lini produk untuk
mencapai keseimbangan portofolio produk dan jasa. Sebagai tambahan,
strategi perusahaan adalah:
 Pola keputusan yang berkenaan dengan tipe-tipe bisnis yang
perusahaan sebaiknya terlibat.  Arus keuangan dan sumber daya lainnya ke dan dari divisi-divisi
perusahaan.  Hubungan antara perusahaan dengan kelompok-kelompok utama
dalam lingkungan perusahaan.
b. Strategi bisnis
Strategi bisnis disebut juga strategi bersaing, biasanya dikembangkan pada
level divisi dan menekankan pada perbaikan posisi persaingan produk
berupa barang atau jasa perusahaan dalam industri khusus atau segmen
pasar yang dilayani oleh divisi tersebut. Strategi bisnis divisi mungkin
menekankan pada peningkatan laba dalam produksi dan penjualan produk
dan jasa yang dihasilkan. Strategi bisnis juga sebaiknya mengintegrasikan
berbagai aktivitas fungsional untuk mencapai tujuan divisi. Strategi bisnis
(persaingan) merupakan salah satu dari overall cost leadership, atau
diferensiasi.
c. Strategi fungsional
Strategi fungsional menekankan terutama untuk memaksimalkan sumber
daya produktif. Departemen fungsional mengembangkan strategi untuk
mengumpulkan bersama-sama berbagai aktivitas dan kompetensi mereka
untuk memperbaiki kinerja. Sebagai contoh, strategi khas dari departemen
pemasaran adalah mengembangkan cara untuk meningkatkan penjualan
pada tahun sekarang agar lebih besar daripada tahun sebelumnya. Dengan
menggunakan strategi fungsional pengembangan pasar, departemen
pemasaran berusaha menjual produk yang ada sekarang kepada pelanggan
yang berbeda pada pasar yang ada atau kepada pelanggan baru di wilayah
geografi yang baru.