Macam Macam Strategi


Menurut Koteen dalam Salusu (2008: 104-105), terdapat beberapa tipe strategi
yaitu sebagai berikut:

  1. Strategi Organisasi (Corporate Strategy)
    Strategi ini berkaitan dengan perumusan misi, tujuan, nilai-nilai dan inisiatifinisiatif strategis yang baru. Pembahasan-pembahasan ini diperlukan, yaitu
    apa yang dilakukan dan untuk siapa.
  2. Strategi Program (Program Strategy)
    Strategi ini memberikan perhatian pada implikasi-implikasi strategis dari suatu
    program tertentu. Apa dampaknya apabila suatu program tertentu dilancarkan,
    apa dampaknya bagi sasaran organisasi.
  3. Strategi Pendukung Sumber Daya (Rescource Support Strategy)
    Strategi ini memusatkan perhatian pada memaksimalkan pemanfaatan sumber
    daya esensial yang tersedia guna meningkatkan kualitas kinerja organisasi.
    Sumber daya itu dapat berupa tenaga kerja, keuangan dan teknologi.
  4. Strategi Kelembagaan (Institutional Strategy)
    Fokus dari strategi kelembagaan ialah mengembangkan kemampuan
    organisasi untuk melaksanakan inisiatif-inisiatif strategis.
    Sementara itu menurut J. Winardi (2003:117-120), macam-macam startegi adalah
    sebagai berikut:
  5. Stategi yang direncanakan (planned strategy). Dalam hal ini intensi yang tepat
    dirumuskan dan ditekankan oleh kepemimpinan sentral tertentu, dan ditopang
    oleh kontrol-kontrol formal guna memastikan implementasi mereka. Tanpa
    adanya kejutan-kejutan di dalam sebuah lingkungan yang bersifat tenang,
    dapat dikendalikan atau dapat diprediksi.
  6. Strategi entrepreneur (entrepreneurial strategy). Terdapat adanya intensiintensi, selaku visi pribadi dan yang tidak diartikulasikan dari seorang
    pemimpin tunggal bersifat adaptif terhadap peluang-peluang baru, organisasi
    yang bersangkutan berada di bawah kontrol pribadi sang pemimpin.
  7. Strategi idiologikal (idiological strategy). Terdapat adanya intensi-intensi,
    karena visi kolektif dari semua anggota organisasi yang bersangkutan
    dikendalikan oleh
    sejumlah norma kuat, yang diterima secara umum oleh para anggota tersebut.
    Organisasi bersangkutan seringkali bersifat proaktif terhadap lingkungannya.
  8. Stategi payung (umbrella strategy). Kepemimpinan yang mengendalikan
    kegiatan-kegiatan keorganisasian secara parsial, menetapkan target-target
    strategis atau batas-batas di dalam mana semua pihak harus bertindak.
    Kepemimpinan secara sadar membolehkan pihak lain untuk melaksanakan
    manuver-manuver dan membentuk pola-pola di dalam batasan yang ada.
  9. Strategi proses (process strategy). Pihak pimpinan mengendalikan aspek- aspek proses dari startegi (siapa saja yang akan dipekerjakan, hingga dengan
    demikian ia memperoleh peluang untuk mempengaruhi strategi, struktur- struktur dengan apa mereka bekerja dsb), isi faktual strategi diserahkan pada
    pihak lain.
  10. Strategi yang dipisahkan (disconnected strategy). Para anggota atau subunit
    yang terikat dengan longgar dengan organisasi yang bersangkutan,
    menciptakan pola-pola dalam arus kegiatan mereka sendiri, karena tiadanya
    atau yang bertentangan secara langsung dengan intensi-intensi umum
    organisasi yang bersangkutan.
  11. Strategi Konsensus (consensus strategy). Melalui tindakan saling
    menyesuaikan berbagai anggota (organisasi) berkonvergensi tentang pola-pola
    yang mencakup seluruh organisasi, karena tidak adanya intensi-intensi sentral
    atau umum.
  12. Strategi yang dipaksakan (imposed strategy). Lingkungan eksternal
    menetapkan pola-pola dalam tindakan-tindakan melalui pemaksaan secara
    langsung atau melalui pembatasan pemilihan keorganisasian.