Kualitas Produk


Menurut Garvin (1987) telah mengungkapkan adanya delapan dimensi kualitas
produk yang bisa dimainkan oleh pemasar. Performance, feature, reliability,
conformance, durability, serviceability, aesthetics, dan perceived quality
merupakan kedelapan dimensi tersebut.

  1. Dimensi performence atau kinerja produk
    Kinerja merupakan karakteristik atau fungsi utama suatu produk. Ini
    merupakan manfaat atau khasiat utama produk yang kita beli. Biasanya ini
    menjadi pertimbangan pertama kita membeli produk.
  2. Dimensi reliability atau keterandalan produk
    Dimensi kedua adalah keterandalan, yaitu peluang suatu produk benas dari
    kegagalan saat menjalankan fungsinya.
  3. Dimensi feature atau fitur produk
    Dimensi feature merupakan karakteristik atau ciri-ciri tambahan yang
    melengkapi manfaat dasar suatu produk. Fitur bersifat pilihan atau option bagi
    konsumen. Kalau manfaat utama sudah standar, fitur seringkali ditambahkan.
    Idenya, fitur bisa meningkatkan kualitas produk kalau pesaing tidak memiliki.
  4. Dimensi durebility atau daya tahan
    Daya tahan menunjukkan usia produk, yaitu jumlah pemakaian suatu produk
    sebelum produk itu digantikan atau rusak. Semakin lama daya tahannya tentu
    semakin awet. Produk yang awet akan dipresepsikan lebih berkualitas
    dibandingkan produk yang cepet habis atau cepat diganti.
  5. Dimensi conformance atau kesesuaian
    Conformance adalah kesesuaian kinerja produk dengan standar yang
    dinyatakan suatu produk. Ini semacam janji yang harus dipenuhi oleh produk.
    Produk yang memiliki kualitas dari dimensi ini berarti sesuai dengan
    standarnya.
  6. Dimensi serviceability atau kemampuan diperbaiki
    Sesuai dengan maknanya, disini kualitas produk ditentukan atas dasar
    kemampuan diperbaiki : mudah, cepat, dan kompeten.Produk yang mampu
    diperbaiki tentu kualitasnya lebih tinggi dibanding produk yang tidak atau
    sulit diperbaiki.
  7. Dimensi aesthetic atau keindahan tampilan produk
    Aesthetic atau keindahan menyangkut tampilan produk yang membuat
    konsumen suka. Ini seringkali dilakukan dalam bentuk desai produk atau
    kemasannya. Beberapa merek memperbaharui wajahnya supaya lebih cantik
    dimata konsumen.
  8. Dimensi perceived quality atau kualitas yang dirasakan
    Dimensi terakhir adalah kualitas yang dirasakan. Ini menyangkut penilaian
    konsumen terhadap citra, merek, atau iklan. Produk-produk yang bermerek
    terkenal biasanya dipresepsikan lebih berkualitas dibanding merek-merek
    yang tidak terdengar. Itulah sebabnya produk selalu berupaya membangun
    mereknya sehingga memiliki brand equity yang tinggi. Tentu saja ini tidak
    dapa dibangun semalam karena menyangkut banyak aspek termasuk dimensi
    kualitas dari kinerja, fitur, daya tahan, dan sebagainya