Atribut Produk


Untuk mempertahankan posisi pasar, perusahaan harus mampu membuat
produk unggulan yang sesuai dengan persepsi pembeli. Hal ini berkaitan dengan
atribut produk, yang mana secara fisik atribut produk membawa manfaat yang
dibutuhkan dan diinginkan pembeli.
Sesuai dengan pendapat Kotler dan Armstrong (2010:154) bahwa “Atribut
produk merupakan karakteristik dari produk atau jasa yang menghasilkan
kemampuan untuk memuaskan yang dinyatakan atau tersirat pada
kebutuhan konsumen”.
Definisi lain mengenai atribut produk menurut Fandy Tjiptono (2008:103)
bahwa “Atribut produk merupakan unsur-unsur produk yang dipandang
penting oleh konsumen dan dijadikan dasar pengambilan keputusan, sehingga
akhirnya konsumen menjadi puas”.
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa atribut produk mempunyai
pengaruh besar dalam pengambilan keputusan konsumen, karena dengan atribut
produklah perusahaan dapat mengembangkan suatu produk dengan komponen yang
sesuai dengan harapan konsumen. Dan komponen atribut produk tersebut menurut
Kotler dan Armstrong (2012:255) diantaranya:

  1. Kualitas Produk
    Kualitas produk adalah salah satu sarana positioning utama untuk pemasar.
    Mempunyai dampak langsung pada kinerja produk. Oleh karena itu kualitas
    berhubungan erat dengan nilai dan kepuasan pelanggan.
  2. Fitur Produk
    Fitur produk adalah sebuah produk dapat ditawarkan dalam beragam fitur,
    model dasar, model tanpa tambahan apapun, merupakan titik awal. Perusahaan
    dapat menciptakan tingkat model yang lebih tinggi dengan menambahkan lebih
    banyak fitur. Fitur adalah sarana kompetitif untuk mendiferensiasikan produk
    perusahaan dari produk pesaing. Menjadi produsen pertama yang
    memperkenalkan fitur baru yang bernilai merupakan salah satu cara paling
    efektif untuk bersaing.
  3. Gaya dan Desain Produk
    Desain memiliki konsep lebih luas daripada gaya (style). Desain selain
    mempertimbangkan faktor penampilan, juga bertujuan untuk memperbaiki
    kinerja produk, mengurangi biaya produksi, dan menambah keunggulan
    bersaing.
  4. Penetapan Merek
    Mungkin keahlian pemasar profesional yang paling istimewa adalah
    kemampuan mereka untuk membangun dan mengelola merek. Merek adalah
    sebuah nama, istilah, tanda, lambang atau desain, atau kombinasi semua ini,
    yang menunjukkan identitas pembuat atau penjual produk atau jasa. Konsumen
    akan memandang merek sebagai bagian penting dari produk, dan penetapan
    merek bisa menambah nilai bagi suatu produk.
  5. Kemasan
    Kemasan melibatkan perancangan dan produksi wadah atau pembungkus
    untuk sebuah produk. Fungsi utama kemasan adalah menyimpan dan
    melindungi produk. Kemasan yang didesain dengan buruk bisa menyebabkan
    konsumen pusing dan perusahaan kehilangan penjualan. Sebaliknya, kemasan
    yang inovatif bisa memberikan manfaat kepada perusahaan melebihi pesaing
    dan mendorong penjualan.
  6. Label
    Label berkisar dari penanda sederhana yang ditempelkan pada produk sampai
    rangkaian huruf rumit yang menjadi bagian kemasan. Label mempunyai
    beberapa fungsi. Setidaknya label menunjukkan produk atau merek, seperti
    nama Sunkist yang tercantum pada jeruk. Label juga bisa menggambarkan
    beberapa hal tentang produk: siapa yang membuatnya, dimana produk itu
    dibuat, kapan produk itu dibuat, kandungannya, cara pemakaiannya, dan
    bagaimana menggunakan produk itu dengan aman.
  7. Pelayanan Pendukung Produk
    Pelayanan pelanggan adalah elemen lain dalam strategi produk. Penawaran
    perusahaan biasanya meliputi beberapa pelayanan pendukung, yang bisa
    menjadi bagian kecil atau bagian besar dari seluruh penawaran.
    Atribut produk yang paling besar peranannya dalam menciptakan persepsi
    konsumen adalah mutu, corak, dan desain (Siswanto Sutojo, 2009:143)