Manfaat Psychological Empowerment


Psychological empowerment dapat memberikan manfaat bagi pegawai
organisasi, dimana pegawai organisasi akan merasa menjadi bagian dari kelompok,
merasa puas dalam mengambil tanggung jawab untuk menjalankan tugasnya,
meningkatkan rasa percaya dirinya, terbinanya kerjasama yang lebih dekat dengan
orang lain, bekerja dengan memiliki tujuan yang lebih jelas, mendapatkan prestasi,
meningkatkan kinerja organisasi, mengembangkan bakatnya secara penuh, dan
merefleksikan apa yang dilihat serta mengembangkan keterampilan baru (Wibowo,
dalam penelitian Muhammad. Reza A, 2021:17).
Menurut (Sadarmayanti, dalam penelitian Muhammad. Reza. A, 2021:17)
menjelaskan psychological empowerment penting manfaatnya terhadap sumber
daya manusia lainnya dan terhadap setiap proses dalam kegiatan organisasi, maka
psychological empowerment mempunyai peran antara lain:

  1. Sebagai alat manajemen dalam rangka memberdayakaan berbagai sumber
    untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
  2. Sebagai pembeharu manajemen dalam rangka meningkatkan kinerja
    organisasi.
  3. Sebagai inisiator terhadap organisasi dalam rangka memanfatkan peluang guna
    meningkatkan dan mengembangkan organisasi.
  4. Sebagai mediator terhadap pihak dalam rangka meningkatkan kinerja
    organiasi.
  5. Sebagai pemikir dalam rangka pengembangan organisasi.
    Manfaat psychological empowerment yang lain adalah dapat membuat
    individu tidak mudah putus asa dalam menghadapi kesulitan atau ancaman
    (Fredrickson, et al, dalam penelitian Monica Levina, 2021:6). Psychological
    empowerment dapat menjadi sumber daya individu dan membantu individu untuk
    bangkit kembali dari keterpurukan keadaan yang dialaminya. Selain itu, individu
    tekun dalam bekerja, dan dapat memfasilitasi harapan bahwa keadaan akan menjadi
    lebih baik di masa depan.
    Dengan demikian, psychological empowerment banyak memberikam
    manfaat kepada setiap individu yang ingin merubah kehidupannya menjadi lebih
    baik yang tentunya harus didukung oleh pimpinan. Namun, jika tidak dilakukan
    dengan baik, maka dapat menimbulkan hambatan dalam pemberdayaan pegawai