Pengertian Komunikasi


Komunikasi merupakan suatu hal yang sangat mendasar dalam kehidupan
manusia. Dan bahkan komunikasi telah menjadi suatu fenomena bagi terbentuknya
suatu masnyarakat atau komunitas yang terintegrasi oleh informasi, di mana
masing-masing individu dalam masnyarakat itu sendiri saling berbagi informasi
(information sharing) untuk mencapai tujuan bersama. Secara sederhana
komunikasi dapat terjadi apabila ada kesamaan antara penyampain pesan dan orang
yang menerima pesan. Komunikasi atau communication berasal dari bahasa latin
“communis”. Communis atau dalam bahasa inggrisnya “commun” yang artinya
sama. Apabila kita berkomunikasi (to communicate), ini berarti bahwa kita berada
dalam keadaan berusaha untuk menimbulkan kesamaan. (Suwardi 1986:13 dalam
Rohim, 2009:8)
Komunikasi secara singkat menurut Barnlud bahwa komunikasi timbul
didorong oleh kebutuhan-kebutuhan untuk mengurangi rasa ketidakpastian,
bertindak secara efektif, mempertahankan atau memperkuat ego. (Rismawaty,
2014:68).
Adapun definisi komunikasi yang dikemukakan oleh Raymond S. Ross
(1983:8) sebagai berikut :
“Komunikasi sebagai suatu proses menyortir, memilih, dan ,mengirimkan
symbol-simbol sedemikian rupa, sehingga membantu pendengar
membangkitkan makna atau respons dari pikirannya yang serupa dengan
yang dimaksudkan oleh sang komunikator”. (Raymond dalam Wiryanto,
2008:6).
Sedangkan Bernard Berelson dan Gary A. Steiner (1964:527)
mendefinisikan komunikasi sebagai berikut :
“Komunikasi adalah transmisi informasi, gagasan, symbol, emosi,
keterampilan, dan sebagainya, dengan menggunakan symbol-simbol, dan
sebagainya. Tindakan atau proses transmisi itulah yang biasanya disebut
komunikasi)”. (Steiner dalam Wiryanto, 2008:7).
Menurut Onong Uchjana Effendy dalam buku di dalam bukunya berjudul
Dimensi-Dimensi Komunikasi menyatakan bahwa, komunikasi adalah proses
penyampaian lambang atau suatu pesan oleh seseorang kepada orang lain, baik
dengan maksud agar mengerti atau untuk mengubah perilaku. (Effendy dalam
Solihat, 2015:3)