Influencer


Influencer berasal dari kata “influencer” yang berarti mempengaruhi, dalam
bahasa Indonesia influencer diartikan sebagai seseorang yang memiliki pengaruh
atau mampu mempengaruhi seseorang. Seorang influencer merupakan seorang
individu yang aktif di berbagai platform media sosial dengan pengikut yang
banyak (Sugiarto Maulana et al., 2021). Para influencer merupakan mereka yang
dipercaya dan digemari oleh sebagian masyarakat, dari apapun yang dipakai dan
dilakukan akan selalu menjadi fokus banyak orang.
Dalam dunia pemasaran, influencer menjadi bagian dari strategi promosi
yang efektif. perusahaan juga memanfaatkan kekuatan personal branding para
influencer untuk menjangkau target pasar secara lebih organik. kolaborasi yang
dilakukan seperti endorsement, paid promote, hingga brand ambassador. Menurut
Hariyanti & Wirapraja 2018 Influencer merupakan individu yang aktif di media
sosial dan memiliki jumlah pengikut yang cukup signifikan. Keberadaan mereka
memungkinkan pesan yang disampaikan melalui platform digital dapat
mengetahui perilaku, opini, bahkan keputusan dari para pengikutnya. Influencer
tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, namun juga berfungsi sebagai
panutan atau role model yang memiliki kekuatan untuk membentuk pola pikir dan
gaya hidup audiens.
Klasifikasi influencer berdasarkan jumlah pengikut. Klasifikasi ini
membantu dalam menentukan strategi pemasaran yang tepat, tergantung pada
tingkat jangkauan san kedekataan influencer terhadap audiensnya Menurut Ellora
(2019) influencer berdasarkan jumlah followers secara umum dibagi menjadi 4,
yaitu:

  1. Nano influencer merupakan individu yang memiliki jumlah pengikut
    sekitar 500 hingga 1.000 orang. meskipun jangkauannya terbatas nano
    influencer cenderung memiliki hubungan yang lebih personal dan
    interaktif dengan para pengikutnya. Kedekatan ini memungkinkan pesan
    yang disampaikan lebih mudah diterima dan memiliki tingkat kepercayaan
    yang tinggi.
    16
  2. Micro Influencer memiliki pengikut berkisar antara 1.000 hingga 100.000
    orang. Mereka umumnya memiliki keahlian atau minat pada bidang
    tertentu, seperti kecantikan, kuliner, atau parenting. Micro influencer
    sering dianggap lebih autentik dan terpercaya karena konten ynay yang
    bersifat niche dan sesuai dengan minat audiensnya.
  3. Macro Influencer adalah individu dengan julan pengikutnya antara
    100.000 hingga 1 juta orang.Mereka biasanya sudah memiliki pengalaman
    profesional dalam menghasilkan konten digital dan, menjadikan aktivitas
    di media sosial sebagai pekerjaan utama. influencer jenis ini memiliki
    kemampuan produksi yang tinggi serta pengaruh yang luas sehingga sering
    menjadi pilihan utama bagi merek-merek besar.
  4. Mega Influencer merupakan tokoh dengan jumlah pengikut lebih dari 1
    juta orang. Mereka umumnya berasal dari kalangan selebritis, artis, atau
    tokoh publik yang sudah memiliki popularitas sebelum terjun di media
    sosial. Mega Influencer memiliki data jangkauan yang sangat luas, namun
    interaksi personal dengan pengikut cenderung lebih rendah dengan
    dibandingkan kategori lainnya.
    2.3 Media Baru
    Dengan munculnya media baru pada saat ini menimbulkan perbedaan pada
    pola komunikasi. Adanya media baru membuat masyarakat untuk semakin mudah
    dalam melakukan komunikasi dari jarak jauh. Media baru hadir dengan
    didukungnya internet, saat ini internet menjadi kebutuhan sehari-hari manusia
    yang tidak dapat terpisahkan. Dengan adanya internet saat membantu masyarakat
    dalam mengakses segala hal seperti mencari informasi, berkomunikasi, pekerjaan,
    membeli barang, atau juga sebagai media untuk mengekspresikan. Internet juga
    memiliki manfaat yang cukup besar dalam kehidupan manusia, adanya internet
    apapun dapat terhubung dari suatu tempat ke tempat lain dengan adanya internet
    dan adanya media baru membawa dampak besar pada pola komunikasi dan pola
    hidup masyaraka