Teori Personal Branding menurut Peter Montoya


Teori utama yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah
menggunakan teori Personal Branding Menurut Peter Montoya, Teori yang
dijelaskan oleh Peter Montoya terdapat eight laws of personal branding yang
berarti delapan hukum dalam personal branding. Menurut Montoya 2014:59-
67) terdapat 8 konsep-konsep untuk pembentukan personal branding sebagai
pondasi dari personal branding yang kuat, yaitu:

  1. Spesialisasi (Specialization)
    Spesialisasi diri merupakan suatu ciri khas dari sebuah personal
    branding yang hebat ketepatan pada sebuah spesialisasi terkonsentrasi,
    hanya pada sebuah kekuatan, keahlian, atau pencapaian tertentu. Dalam
    menilai spesialisasi, dilakukan dengan berpedoman pada aspek-aspek,
    contohnya kemampuan, perilaku, gaya hidup, misi, produk, profesi dan
    layanan.
    a. Ability, dilihat dari kemampuan individu untuk memiliki visi yang
    strategik dan prinsip-prinsip awal yang baik. Dalam hal ini
    berkaitan dengan kemampuan individu dalam menyusun, dan
    memilih kata-kata secara tepat sehingga efektif dalam berbicara di
    depan umum.
    b. Behavior, yaitu menyangkut tentang perilaku individu. Seperti
    keterampilan dalam memimpin, kedermawanan, dan kemampuan
    untuk mendengarkan.
    c. Lifestyle dapat dilihat dari gaya hidup Sehari-hari yang ditampilkan
    individu.
    d. Mission, dalam hal ini dapat dilihat dari keterbukaan dari individu
    dalam menjalankan proyek-proyek ataupun kegiatan-kegiatan yang
    dilakukannya.
    e. Product, dilihat dari berbagai produk yang diunggah oleh individu,
    baik produk yang dihasilkan sendiri maupun produk-produk yang
    merupakan hasil kerjasamanya dengan berbagai brand lainnya.
    f. Profession, bisa dilihat dari pekerjaan yang dimiliki oleh seseorang
    yang dibagikan di akun media sosial miliknya.
    g. Service, dilihat dari berbagai profesi yang dimiliki oleh seseorang
    untuk melakukan pelayanan terhadap masyarakat.
  2. Kepemimpinan (Leadership)
    Dalam personal branding menenkankan bahwa orang ingin di
    pandu oleh sosok yang memiliki otoritas dan keunggulan.
    Kepemimpinan dibangun melalui kemampuan untuk memberikan
    arahan yang jelas ditengah ketidakpastian, dengan begitu menunjukan
    kompetensi yang kuat dan memenuhi bahkan melebihi harpan. Dengan
    cara ini seseorang bisa mendapatkan pengakuan dan otoritas di mata
    publik.
  3. Kepribadian (Personality)
    Seorang individu yang hebat didasari pada seseorang yang
    memiliki kepribadian yang apa adanya dan menyadari
    ketidaksempurnaan, pada konsep tersebut menghilangkan beberapa
    tekanan yang terdapat konsep kepemimpinan. seseorang harus
    memiliki sebuah kepribadian yang baik, namun tidak harus sempurna.
  4. Perbedaaan (Distinctiveness)
    Personal brand yang aktif harus menampilkan sesuatu yang beda
    dari yang lainnya. Diferensiasi diperlukan supaya membedakan satu
    dan lainnya. Dalam membentuk personal branding. Selain itu dengan
    perbedaan seseorang akan lebih dikenal oleh khalayak dan bisa
    memiliki pengalaman yang lebih besar serta wawasan yang tentunya
    lebih luas.
  5. Kenampakan (Visibility)
    Seorang individu harus secara konsisten dan terus-menerus
    sampai personal branding nya dikenal dan diakui oleh khalayak. maka
    visual juga lebih penting daripada kemampuan. Dengan begitu seorang
    individu perlu mempromosikan dirinya dan menggunakan setiap
    kesempatan untuk membuat dirinya terlihat dan terkenal di khalayak.
  6. Kesatuan (Unity)
    Konsep ini menekankan konsistensi dalam setiap aspek
    kehidupan dan perilaku seseorang, kesatuan merupakan semua
    tindakan, keputusan, dan interaksi dengan orang lain harus memiliki
    nilai dan tujun yang sama untuk membangun sebuah citra yang kuat.
    Berati keeselarasan anatara apa yang seseorang katakan, lakukan dan
    tunjukan baik di dunia nyata maupun di dunia maya.
  7. Keteguhan (Persistence)
    Konsep ini menyatakan bahwa membangaun personal branding
    emerluka waktu dan ketekunana. Personal branding tidak bisa terjadi
    secara langsung melainkan personal branding membutuhkan waktu
    untuk tumbuh. Dalam konsep ini penting untuk tetap fokus pada tujuan
    jangka panjang, dengan menghindari tren sesaat yang dapat
    membangun cita brand.
  8. Nama Baik (Goodwill)
    Sebuah personal branding akan memberikan hasil dan bertahan
    lebih lama jika seseorang dibelakangnya dipersepsikan dengan citra
    yang positif. Seseorang tersebut harus diasosiasikan dengan sebuah
    nilai atau ide yang diakui secara umum yang tentunya positif dan
    bermanfaat